Now playing

Rate this item
(0 votes)

STOK TEMBAKAU DIGUDANG MELIMPAH, PETANI TEMBAKAU MERANA

Published November 12, 2020
PrameswaraFM Lamongan - Para petani tembakau di Kabupaten Lamongan yang seharusnya saat ini memanen tembakau mereka, tidak bisa berbuat banyak. Hal ini lantaran gudang tembakau yang berada didaerahnya sudah tidak mau membeli tembakau hasil panen para petani. Pasalnya, stok tembakau di gudang masih penuh.

Kondisi tersebut salah satunya dialami para petani di Desa Ngelebur, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Khoirul, salah satu petani mengaku meski telah memasuki masa panen, petani setempat memilih membiarkan tamanan tembakau mereka terbengkalai. Hal ini lantaran, pihak pembeli tidak lagi menerima penjualan dari petani tembakau setempat. Hal ini terjadi lantaran stok tembakau di gudang masih menumpuk.

“ Gudangnya sudah tutup eh mas, tidak ada yang mau beli yah mau gimana lagi dibiarin aja,” ujar Khoirul (12/11/2020).

Akibat kejadian ini, sebagian petani menebangi tanaman tembakau mereka, karena sudah tidak laku dijual. Kalaupun terpaksa dijual diluar, harga tembakau juga anjlok.

“ Ya jelas rugi, mau nggak mau harus gimana lagi,” tambahnya.

Jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, harga tembakau saat ini anjlok. Harga daun tembakau untuk rajangan kering, perkilonya dihargai sepuluh ribu rupiah, padahal sebelumnya masih dikisaran harga dua puluh ribu hingga tiga puluh ribu rupiah.

Sedangkan tembakau basah daun saat ini perkilonya hanya laku seribu rupiah, padahal bulan-bulan sebelumnya bisa mencapai lima ribu rupiah.

Para petani tembakau di enam kecamatan yakni Kecamatan Sukorame, Bluluk, Sambeng, Ngimbang, Modo dan Kedungpring berharap kepada pihak Pemerintah Daerah setempat, untuk bisa mencarikan jalan keluar. Sebab, akibat ditutupnya gudang tembakau ini, para petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.(Fath)
Read 51 times