Now playing

Rate this item
(0 votes)

Parfum Gambaran Kepribadian.

By Published July 06, 2019
Bagi masyarakat perkotaan yang semakin heterogen, parfum menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle). Fungsinya tidak lagi hanya sebatas pengharum tubuh, tapi lebih dari itu menunjukkan status sosial ekonomi, hasrat, dan selera pemakainya. Bagi mereka yang memiliki aktivitas di berbagai lingkungan dan komunitas, maka parfum yang digunakan juga menjadi identitas diri. Harga, kualitas, dan aroma sebotol parfum pilihannya berpengaruh pada kasta/strata dimana ia berada.

Era modern menempatkan parfum bukan hanya monopoli kaum hawa, tetapi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum pria. Bahkan, parfum sudah merupakan suatu kebutuhan dalam melengkapi keseharian seorang pria di tengah gemerlap metropolitan, tak kalah pentingnya dibanding busana, alat komunikasi, dan kendaraan yang digunakan. Maka parfum original dan branded pun menjadi pilihan. Makin mahal, eksklusif, dan limited edition makin diburu.

Contoh nya adalah parfum (eur de parfume) paris, parfum SVARGA adalah parfum produk baru di indonesia. Parfum ini aroma nya tahan selama 8 jam dan berbadan POM dengan harga yang relatif perbotol Rp.125.000, menjadikan parfum ini elegan di kelas nya, parfum kualitas dunia dengan 8 macam varian aroma.

pria maupun wanita selalu ingin tampil sempurna. Tidak hanya dari busana dan aksesoris yang dikenakan, tetapi bagaimana menjaga kesegaran dan kebugaran saat bekerja. Dan parfum merupakan bagian penting dalam menjaga kesegaran dan kebugarannya. Tak heran sempat mencuat lelucon, parfum sengaja diciptakan agar pemakainya tidak perlu mandi. Tentu ini hanya sekedar gurauan, karena sesungguhnya mandi teratur tetap penting demi kesehatan. Dan parfum sebatas penunjang demi memanipulasi kesegaran kala aroma tubuh sudah tidak sedap.

Dalam lingkungan kerja, sebaiknya pilih parfum yang aromanya tidak terlalu soft dan tidak terlalu keras. Aroma bunga dan sitrus sangat baik digunakan bagi kaum hawa. Sementara kaum pria kantoran sangat cocok dengan parfum beraroma woods.

Meskipun parfum sudah menjadi bagian dari gaya hidup, sebanyak 70% pengguna parfum masih didominasi wanita, sedangkan pria hanya 30%. Namun para pria kantoran lebih dominan memilih parfum bermerek (impor) dibanding kaum wanita. Selain alasan gengsi, kemampuan finansial juga berpengaruh mengapa pria kantoran lebih memilih produk original dan branded.

Bagi pria dan wanita lajang, pilihan aroma parfum juga disesuaikan. Intinya mencari parfum yang mampu membangkitkan semangat saat kerja dan membuat tubuh terasa lebih segar. Namun ada kalanya mereka juga menggunakan parfum yang aromanya mampu memikat lawan jenis. Tentu tidak sesensual yang digunakan pria atau wanita yang sudah memiliki pasangan. Penggunaan parfum di rumah sedikit berbeda, karena ada kalanya dipilih yang mampu membangkitkan hasrat dan gairah seksual pasangannya. Sensasi kesegaran dan sensualitasnya lebih dominan, dibanding parfum untuk di kantor yang fresh dan ringan.

Sudah sejak lama para pria dan wanita dewasa lebih tertarik menggunakan parfum yang bisa merangsang lawan jenis saat acara di luar jam kerja. Aroma vanila dan bunga segar menjadi pilihan mereka, agar bisa mendorong hasrat atau menumbuhkan rangsangan. Berdasar survei sebanyak 84% wanita dan pria percaya aroma parfum yang dikenakannya bisa merangsang gairah seksual.

Aroma wangi khas yang ditebar dari parfum sesungguhnya mampu membuat si pemakai dan orang-orang di sekitarnya bisa merasa nyaman. Untuk itulah perlu pemilihan aroma wewangian yang tepat, sesuai dengan suasana dan tempat dimana ia sedang berada.

Menurut sejarah Wewangian adalah Warisan Cleopatra. Cleopatra, seorang ratu dari Mesir dikenal sangat menyukai wewangian. Aroma wangi itu tidak saja diperoleh dari bunga dan tumbuhan segar, tapi juga dari bahan yang telah disuling ataupun diekstrakkan sehingga mudah dibawa kemana-mana dan tahan lama. Dari kisah Cleopatra yang tergila-gila pada wewangian menunjukkan bahwa fragrance atau wewangian sudah dikenal sangat lama, bukan hanya di era modern saja.

Konon pada abad ke-16, fragrance yang di era sekarang dikenal dengan sebutan parfum atau cologne mengalami zaman keemasan. Kalangan bangsawan pada masa itu mengagumi khasiat wewangian sebagai pengharum tubuh dan ruangan pribadi (kamar tidur dll), pengobatan (terapi), dan pemikat lawan jenis. Cara pembuatan yang sulit dan memakan waktu lama, membuat harga fragrance sangat mahal, sehingga hanya bisa dimiliki oleh kalangan bangsawan dan para saudagar.

Wewangian yang kita warisi sekarang, dulunya juga bukan hanya monopoli Cleopatra. Ksatria tangguh seperti Julius Caesar dari Romawi dan Louis XIV dari Perancis juga merupakan pembesar yang sangat ‘mendewakan’ parfum. Jadi bagi para pria tak perlu ragu dan malu lagi memakai wewangian dalam keseharian. Asal tahu diri saja dengan aroma parfum pilihannya. Pilih yang elegan, macho, dan boleh sesekali yang melankolis.

Namun kini wewangian sangat mudah didapat, dari toko khusus parfum, supermarket, minimarket, hingga kios di kampung-kampung. Tentu dengan kualitas dan kadar campuran yang berbeda-beda, sesuai dengan harganya. Bahkan wewangian murah meriah bisa didapati di kios-kios yang tersebar di kampung-kampung dengan harga kurang dari Rp 10 ribu sebotol. Cologne atau body cologne ini merupakan jenis parfum yang kadar campuran alkoholnya cukup tinggi, sehingga aroma wanginya tidak bertahan lama. Produk jenis inilah yang membuat masyarakat kelas bawah bisa menikmati produk wewangian sesuai kemampuan kantongnya. Mereka tidak perlu membeli produk mahal seperti parfum, eau de perfume atau eau de toilette impor (branded) yang hanya terjangkau oleh kelas middle up.

Bahkan kehadiran perusahaan-perusahaan kosmetik nasional seperti SVARGA (PT.Harum Surga) Kosmetindo yang mampu menghadirkan produk parfum bermutu dengan harga ekonomis, kini masyarakat kelas middle low (menengah ke bawah) tetap bisa tampil elegan dan eksklusif meski berbudget tidak terlalu mahal. Produk wewangian SVARGA ini bisa menjadi pilihan terbaik baik Pria atau wanita yang kualitas nya tak kalah dengan produk wewangian impor.

Menurut CEO SVARGA, Saiful sang juara. ada beberapa varian produk parfum SVARGA Diantaranya adalah : SVARGA Focus parfum dengan aroma buah buahan segar dan manis yang dipadukan dengan rempah herbal semacam rosemary ;

SVARGA Addiction parfum dengan komposisi aroma kopi digabung dengan lada merah muda, orange blossom, melati, vanila, nilam dan cedar menjadikan parfum ini glamour, spesial dan mewah dan beberapa pilihan parfum lain yaitu SVARGA Tease, SVARGA Anglica, SVARGA T-UP, SVARGA Romantica, SVARGA Vritz, SVARGA Sexy day. Untuk komposisi beberapa parfum tersebut anda bisa cek langsung di website www.svargakosmetindo.com dan untuk pemesanan via online untuk pengunaan pribadi atau ingin menjadi reseller nya bisa wa di no : 0857 2725 7701.

Saat ini fragrance tidak hanya bisa dinikmati para bangsawan dan orang-orang kaya, tapi juga seluruh lapisan masyarakat kelas atas hingga bawah. Dengan mutu dan harga yang variatif membuat setiap orang bisa memilih wewangian yang akan digunakan, sesuai kemampuan finansial dan selera aromanya. Setiap orang ingin tampil elegan, memikat, dan tampak segar setiap saat.

Namun harus dibedakan kelas wewangian yang digunakan kalangan selebritis, pejabat, eksekutif, pegawai, hingga anak-anak sekolah dan ibu rumah tangga.

Tidak semua yang mahal itu yang terbaik dan cocok digunakan. Tetapi tidak bisa mengharapkan eau de perfume, eau de toilette, dan cologne akan memiliki kualitas yang sama. Tentu ketiganya berbeda, karena ditentukan oleh kadar biang parfum dan campuran alkohol yang berbeda-beda. Itulah sebabnya wewangian juga menjadi simbol gaya hidup dan cerminan kepribadian seseorang. Di dalam aroma wewangian terkandung karakter, keseksian, simbolis, rahasia, kehangatan, dan kemaskulinan.

Maka muncullah ungkapan, cologne afters your mood (cologne atau parfum mampu mendefinisikan mood seseorang).

Saat tercium aroma parfum, maka bukan hanya indera penciuman yang bekerja, tetapi juga otak dan imajinasi ikut melayang-layang. Wewangian bisa membuat kita berimajinasi dan fantasi (membayangkan menjadi seperti sesuatu), bernostalgia (mengingatkan pada sesuatu), berenergi (membangitkan semangat dan rasa percaya diri), serta menggairahkan suasana sekitar. Dengan menggunakan parfum dengan aroma tertentu, ada yang berfantasi menjadi seorang putri atau pangeran.

Sementara yang lain mencium aroma pafum tertentu bisa menggugah memorinya pada sesuatu. Jadi wewangian tak sekadar harum, tapi harus bisa memberikan makna bagi pemakainya. Trend, gaya hidup, kultur (budaya), status sosial ekonomi, dan selera/kepribadianlah yang akan membuat wewangian yang dipilih setiap orang bisa berbeda-beda. (F2)
Read 184 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.