Now playing

Rate this item
(0 votes)

“MELEK” LITERASI DALAM PERINGATAN HARI GURU NASIONAL 2020

Published November 25, 2020
PrameswaraFM Lamongan - Bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 yang diperingati setiap tanggal 25 November. Salah satu hal penting yang tidak bisa dilupakan dari sebuah proses pembelajaran adalah literasi.

Literasi merupakan hal penting sebagai pokok pijakan dalam melakukan sesuatu. Hal tersebut diungkapkan oleh Alang Khoirudin, Ketua Forum Penulis Pegiat Literasi Kabupaten Lamongan.

Alang menambahkan, bagi seorang guru literasi adalah hal wajib yang harus dimiliki oleh setiap guru.

“Seorang guru yang berhenti melakukan pembacaan, tidak mau menulis dan belajar, ia pada dasarnya sudah berhenti menjadi orang yang berilmu,” ungkapnya.

Kasus seperti ini sering kita jumpai, dimana setelah seseorang selesai menempuh pendidikan atau mendapatkan gelar sarjana atau menjadi seorang guru, lalu ia berhenti untuk membaca dan menulis lagi adalah hal yang keliru.

“Membaca terutama, apapun profesinya seharusnya menjadi sebuah kebutuhan, karena siapapun kita, apapun profesi kita, dengan kita suka membaca dan menambah ilmu pengetahuan, itu akan meningkatkan taraf hidup kita masing-masing dan dalam bidang kita masing-masing,” tambahnya.

Bayangkan, jika seorang guru saja tidak telaten dan terbiasa membaca, lantas bagaimana dengan murid-muridnya?

Sejalan dengan peringatan HGN 2020 tahun ini, dimana dalam literasi terdapat kemajuan yang cukup besar dalam bidang pendidikan, dimana orang-orang mulai “melek” literasi. Dimana dalam artiannya literasi diartikan bukan hanya dalam kemauan dan kemampuan menulis dan membaca saja, tetapi merupakan seperangkat kemampuan untuk bagaimana memahami, menganalisis sesuatu agar mendapatkan keberhasilan dari sesuatu yang ingin dicapai tersebut.

“Guru jika kurang dalam membaca, maka pembelajarannya pun akan kurang kreatif, minim referensi dan akibatnya para murid pun akan jenuh,” imbuhnya.

Dalam momentum HGN 2020 ini, Alang juga berharap dimana kesejahteraan guru juga perlu diperhatikan. “Dari segi finansial, juga bagaimana cara menghargai guru dari sisi ekonomi, peningkatan mutu guru, hal-hal yang berkaitan dengan kurikulum pembelajaran,” harapnya.

Ditambahkan oleh Alang, masalah formalitas administrasi yang terlalu berbelit, seyogyanya oleh pemangku kebijakan tidak dipersulit, agar para guru bisa lebih fokus pada pengajarannya. (Fath)
Read 64 times