" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (132)

Prameswara FM, Lamongan - Setelah ditutup selama 3 bulan karena wabah pandemi COVID-19, Wisata Bahari Lamongan (WBL) akan kembali dibuka 11 Juli mendatang.

Direktur Wisata Bahari Lamongan (WBL) Aris Wibawa membenarkan jika WBL akan kembali beroperasi, tetapi hanya sebagian saja yang beroperasi.

"Dari sebanyak 43 wahana wisata yang tersedia, hanya separuh yang akan dioperasionalkan,’’ Ujar Aris Wibawa Senin(06/07/2020).

Selain membatasi jumlah wahana yang dibuka, menurutnya, karyawan yang akan bekerja juga dibatasi. Dari sekitar 550 karyawan yang ada, akan dibagi menjadi dua. Mereka masuk secara bergantian dan menerapkan sistem satu hari kerja, satu hari libur. Adapun wahana wisata yang akan beroperasi sementara yang dinilai yang menjadi favorit kunjungan lebih dulu. Secara bertahap, lambat laun akan dibuka keseluruhan setelah dievaluasi.

Aris menambahkan, untuk jumlah kunjungan wisatawan juga dibatasi. Hal ini dilakukan demi pencegahan dan keselamatan pengunjung dari ancaman tertular COVID-19. Pengawasan terhadap pengunjung, juga akan dilakukan secara ketat. Setiap pengunjung diwajibkan memakai masker, mencuci tangan di sejumlah fasilitas yang sudah disediakan, termasuk juga menjalani tes suhu tubuh saat pengunjung antre di loket pembelian tiket masuk.

"Semuanya diatur dengan mematuhi aturan protokoler kesehatan. Termasuk karyawan, selama bekerja mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, terutama sarung tangan dan pelindung wajah. Setiap wahana yang dibuka, setiap hari juga disemprot disinfektan," pungkasnya.(Fath Prames)
Untuk membantu pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19 khususnya di Kabupaten Lamongan, Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menyerahkan 2 unit wastafel portabel dan sembako berupa 200 pack beras @5kg kepada Polres Lamongan, Sekitar pukul 11.00 wib siang, kamis (02/07).

Ketua DPC Hismawa Migas Surabaya, Ismed Jauhar mengatakan, penyerahan wastafel portabel dan sembako berupa beras tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kepedulian mereka terhadap pandemi Covid-19.

"Bantuan wastafel dan beras ini kami berikan sebagai wujud kepedulian kami untuk pandemi Covid-19, Khususnya di Kabupaten Lamongan," terang Ismed kepada radio Prameswara.(fath prames)

Lamongan - Tim COVID-19 Hunter Jatim selama 3 hari ke depan berada di Lamongan untuk melakukan rapid test secara massal.

Hari pertama pada 8 juni, rapid test massal berlangsung di Rusunawa Lamongan Jl.Veteran. Kemudian hari ini dilaksanakan di RSUD Ngimbang dan besok di puskesmas Karangkembang, Kecamatan Babat.

drg. Sulvy Dwi anggraini M.Kes, kasi pemberantasan penyakit menular DinKes jatim, menjelaskan bahwa ada 10 kabupaten/kota di Jawa Timur yang dilakukan rapid test. ‘’Ada target khusus dari dinas kesehatan provinsi, supaya test massal ini bisa berjalan dengan baik,’’ ujar drg. Sulvy.

Sementara itu, Direktur RS Ngimbang dr. Aini Mas’idha M.MRS menjelaskan rapid test yang dilaksanakan gugus tugas covid-19 Jatim, pihak Rumah sakit hanya memfasilitasi tempat dan tenaga medis pembantu.

dr. Aini mengatakan tidak ada sasaran khusus yang artinya semua masyarakat bisa mengikuti rapid tes massal ini dengan hanya membawa persyaratan berupa fotokopi KTP. ‘’tidak ada syarat khusus, masyarakat umum bisa ikut rapid test massal hanya dengan membawa fotokopi KTP,’’ terang dr. Aini.

Jika selama rapid test massal, ada hasil reaktif, maka akan dilakukan swab dan ditindaklanjuti dengan tracing dan isolasi.

dr. Aini juga berharap dengan dilakukannya tes massal seperti ini akan ditemukan masyarakat yang beresiko khususnya di wilayah lamongan bagian selatan. ‘’harapannya semoga masyarakat bisa menerapkan tiga pilar pencegahan covid-19 dan memutus mata rantai penularan,’’ pungkas dr. Aini.

Pihak kepolisian Polres Lamongan, melakukan tahap kedua penanganan perkara kasus pembunuhan mertua Sekda Lamongan ke pihak Kejaksaan Negeri Lamongan. Setelah semua berkas - berkas kedua tersangka kasus pembunuhan Hj Roweni, mertua Sekda Lamongan telah sempurna. Akhirnya pihak kepolisian Polres Lamongan menyerahkan semua berkas pemeriksaan ini ke pihak Kejaksaan Negeri Lamongan.

Pemeriksaan ini dilakukan langsung oleh Irwan Syafari Kasi Pidum Kejaksanaan Negeri Lamongan di ruang pidum Kejaksanaan Negeri Lamongan. Menurut Irwan, mulai hari ini, kedua pelaku ini telah menjadi tahanan resmi Kejaksaan Negeri Lamongan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa Hj Rowani warga Desa SumberWudi Kecamatan Karanggeneng Lamongan, ditemukan tewas di dalam tempat sholat dirumahnya pada tanggal 3 Januari 2020 .

Dari hasil pemeriksaan kepolisian, mertua Sekda ini telah dibunuh oleh Imam Winarto, warga Desa Tunjung Mekar Kecamatan Kali Tengah yang mana Imam sendiri telah disuruh oleh Sunarto otak pembunuhan sekaligus pelaku utama, untuk menghabisi korban dengan upah 102 juta. Namun hingga saat ini Imam Winarto sendiri mendapat uang dari Sunarto .

Dari hasil pemeriksaan ini, kedua pelaku ini di jerat dengan pasal 340 dan 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman, minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati.