" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (182)

PrameswaraFM, Lamongan - Banyaknya penghuni sel tahanan Mapolres Lamongan yang berasal dari luar daerah Lamongan, membuat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamongan khawatir. Akhirnya pada Selasa (4/8/2020), Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lamongan melakukan Rapid test di sel tahanan Mapolres Lamongan.

Rapid test tersebut juga sempat membuat kaget para penghuni sel tahanan, karena dilakukan dengan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Dengan menggunakan alat pelindung diri lengkap, tim medis melakukan Rapid test satu persatu kepada para tahanan di Mapolres Lamongan.

Menurut Ipda Suyitno Kepala Satuan Perawatan Tahanan Dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Mapolres Lamongan, salah satu tujuan dari digelar nya Rapid test khusus untuk para tahanan ini adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19 terutama di dalam sel tahanan. "Agar para tahanan diketahui apabila terjangkit virus atau tidak dan agar tidak menyebar ke tahanan lainnya," jelasnya.

Ditambahkan Ipda Suyitno, untuk pelaksanaan Rapid test yang digelar tersebut diikuti 53 tahanan dan semuanya negatif. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Rapat koordinasi antara Polres Lamongan, Dishub Lamongan, dan pihak Pengadilan serta Kejaksaan Lamongan berlangsung di ruang Kasatlantas Polres Lamongan. Rapat koordinasi dan juga sosialisasi penerapan E-Tilang juga menghadirkan tim IT dari Polda Jawa Timur.

Beberapa poin penting dalam rapat koordinasi tersebut diantaranya adalah ketersediaan jaringan internet dan kualitas kamera untuk menunjang kelancaran penerapan E-Tilang nantinya.

Tim juga berharap, jika E-Tilang sudah diterapkan di lamongan, maka Polres Lamongan menjadi kota / kabupaten kedua yang menerapkan E-Tilang setelah Surabaya.

Ada 2 titik di Lamongan yang telah dipasangi kamera pemantau yang di pasang di perempatan Family dan di Jl.Lamongrejo serta di tugu Adipura jalur Lamongan-Surabaya.

Kasatlantas Polres Lamongan AKP. Danu Anindito Kuncono Putro mengaku E-Tilang merupakan sinergitas antara Pemkab Lamongan dan Polres Lamongan dan di harapkan dengan penerapan E-Tilang nantinya masyarakat Lamongan akan lebih tertib berlalu lintas. " Tidak lama lagi hasil sinergitas antara Pemkab dan Polres Lamongan akan berbuah hasil inovasi melalui aplikasi E-TLE," Pungkasnya. (Fath)
PrameswaraFM, Lamongan - Aliansi Mahasiswa Lamongan yang terdiri dari organisasi mahasiswa PMII, HMI, GMNI dan FORNASMALA (Forum Nasional Mahasiswa Lamongan) kembali turun aksi kawal penolakan Raperda di Lamongan. Mengambil tempat aksi di perempatan Jl. Basuki Rahmat Kantor Dinas DPRD Kabupaten Lamongan, puluhan massa aksi juga melakukan bokir jalan, Senin (03/08/2020).

Ach. Nasir Falahuddin Korlap aksi mengatakan, aksi kali ini mereka lakukan karena ketidakjelasan mengenai pembahasan Raperda sudah sampai tahap mana. “Yang kita suarakan hari ini mengenai ketidakjelasan perkara Raperda ini sudah sampai mana pembahasnanya dan kami juga membawa komitmen besar,” terang pria yang akrab di sapa Fafa ini.

Fafa juga mengungkapkan jika aksinya kali agar menjadi pertimbangan anggota dewan dan jika aksinya tidak dijadikan pertimbangan, maka Aliansi Mahasiswa juga akan terus menyuarakan penolakan Raperda. “Kita harap gerakan ini menjadi pertimbangan secara utuh oleh anggota dewan dan ketika aksi kali ini tidak menjadi pertimbangan maka dari Aliansi Mahasiswa Melawan juga akan tetap menyuarakan penolakan,” ungkapnya.

Kabarnya, rencana pembahasan RTRW akan dibahas pada tanggal 6-10 Agustus, Fafa menegaskan Aliansi Mahasiswa Melawan akan terus mengawal. “kami mendengar, jadwal pembahasan akan dilakukan tanggal 6-10 dan kita akan ikut mengawal dan melakukan gerakan-gerakan lagi,” tegasnya.

Terkait Pansus II yang menolak Raperda RIPI, Fafa berujar jika pihaknya mengapresiasi hal tersebut. “mengenai penolakan Raperda RIPI oleh Pansus II, saya apresiasi dan berharap Pansus I juga mengambil tindakan tegas seperti Pansus II,’ pungkasnya. (Fath)
PrameswaraFM, Lamongan - Sebanyak 1.646 calon jemaah haji (CJH) Lamongan batal berangkat tahun 2020. Mereka sudah melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan,H. Banjir Sidomulyo mengatakan, 1.646 CJH yang telah melakukan pelunasan di Bank Penerima Setoran (BPS) tersebut terdiri dari 1.558 CJH dan 88 CJH cadangan. "untuk CJH kabupaten Lamongan yang sudah melakukan pelunasan dan siap berangkat jumlahnya 1.558 CJH, ditambah 88 calon jama’ah cadangan, sehingga total 1646,” ujarnya.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji tahun 1441 hijriyah atau 2020 Masehi. Ada 2 pilihan yang diberlakukan Kemenag RI terkait BPIH yang telah lunas. “Pertama yaitu setoran pelunasan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Pilihan kedua yaitu setoran biaya pelunasan BPIH dapat diambil kembali oleh CJH dengan mengajukan surat permohonan pengambilan terlebih dahulu,” terang Banjir.

Sementara itu Nur Kamilin salah satu calon jamaah haji Lamongan mengaku sedih, semua sudah dipersiapkan tetapi batal berangkat. “sedih, semua persiapan sudah ada tapi karena virus corona saya tidak jadi ke Mekkah,” ungkap Nur Kamilin. (Fath)