" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (182)

PrameswaraFM, Lamongan - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat gotong royong Kodim 0812 Lamongan. Terbukti setiap harinya, tidak kurang dari 336 personil Kodim 0812 Lamongan melaksanakan Operasi penegakan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang tersebar di fasilitas-fasilitas umum yang rawan menjadi tempat kerumunan warga seperti pasar, terminal dan stasiun.

"Program dari Kodim 0812 Lamongan dalam masa pandemi ini, kita melaksanakan operasi penegakan penerapan protokol kesehatan difasilitas umum untuk memastikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," terang Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf. Sidik Wiyono kepada Radio Prameswara.

Ditambahkan oleh Dandim 0812 Lamongan, bahwa seperti yang sudah menjadi program dari Bapak Presiden yakni Indonesia Bermasker, maka dari itu akan terus diedukasikan kepada masyarakat. "Maskermu melindungiku, maskerku melindungimu," tegas Letkol Sidik.

Sementara itu dalam menyambut HUT RI ke-75 tahun ini, Kodim 0812 Lamongan terus melaksanakan program pembangunan di Kabupaten Lamongan. "Saat ini kita sedang melaksanakan program Rehab RUTILAHU, ada 350 lokasi, kemudian juga program TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa) dan bulan ini kita juga melakukan Rehab di Taman Makam Pahlawan," ungkapnya.

Kemudian tepat pada tanggal 17 Agustus nanti akan dilaksanakan Upacara Virtual dan Lomba-lomba untuk meramaikan HUT RI tahun ini. "Tanggal 17 Agustus akan di gelar Upacara Virtual yang terpusat di Istana Negara dan untuk meramaikannya kita akan adakan lomba bersama warga sekitar Kodim dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tentunya," pungkasnya. (Fath)
PrameswaraFM, Lamongan - Sejak beberapa hari terakhir, jalan utama menuju Dsn. Deket Wetan Ds. Deket wetan Kec.Deket Kabupaten Lamongan, terpaksa ditutup oleh PemDes setempat. Penutupan dilakukan lantaran setelah ada 25 warga Dusun tersebut yang menjalani Isolasi mandiri dan 4 orang yang menjalani perawatan di RS Covid-19 Lamongan, serta satu warga meninggal dunia karena positif Covid-19. Satu orang warga yang meninggal dunia minggu lalu merupakan karyawan di salah satu pabrik di Gresik.

Guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 semakin meluas, pihak Desa akhirnya melakukan Tracing kepada tetangga dan keluarga pasien yang meninggal dunia dan hasilnya, dari Tracing dan Swab ditemukan 25 warga reaktif dan 4 warga positif Covid-19.

Kusbianto, Kepala Desa Deket Wetan membenarkan jika ada salah satu warganya yang meninggal dunia karena positif Covid-19, dan 4 warga lainnya yang positif Covid-19 tengah menjalani perawatan di RS Covid-19 lamongan serta 25 warga menjalani isolasi mandiri.

“Saat ini kita harus bersabar, karena disini segitu banyak yang terkena dampak, totalnya 30 orang,” jelasnya.

Setelah kejadian meninggalnya salah satu warga akibat Covid-19 di Dusun Deket wetan, Desa Deket Wetan ini, kini muncul klaster baru yakni klaster pulang pergi, karena di Dusun tersebut kebanyakan warganya yang bekerja dipabrik di Gresik dan setiap harinya mereka pulang pergi. (Fath)
PrameswaraFM, Lamongan - Belasan warga di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, dirawat di Puskesmas Kecamatan Babat pada Kamis (06/08/2020). Para warga yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak ini dilarikan ke pusekesmas karena diduga keracuanan makanan, setelah menghadiri hajatan tetangganya, Senin (03/08).

Deni Yudho Asmoro, Sekretaris Kelurahan Babat mengatakan, Sebenarnya kejadian ini terjadi sejak hari Selasa kemarin, namun para warga tidak berani berobat ke puskesmas atau RS karena takut dikira terkena covid-19. “Mereka mau berobat ke RS tapi ketakutan karena nanti dikira terkena Corona” ujarnya.

Salah satu warga yang mengalami keracunan mengatakan, awalnya mereka menikmati hidangan makanan di salah satu hajatan di Kelurahan Babat, Lamongan. Setelah makan, warga tidak merasakan apa-apa, namun selang beberapa jam baru mengalami kepala pusing serta perut mengalami mual. Karena kondisinya lemas, akhirnya dibawa ke pukesmas setempat. Tak hanya itu saja sejumlah anak-anak juga mengalami hal yang sama, sehingga 5 anak dalam kondisi lemas dibawa ke Puskesmas untuk di lakukan perawatan.

Sementara itu Dr. Srimurni Kepala Puskesmas Babat mengungkapkan, para pasien yang sedang dirawat inap, kini kondisinya sudah membaik. “Yang masuk rawat inap ada 15 orang, dewasa 10 dan anak-anak 5, sekarang kondisinya membaik semuanya,” terangnya.

Karena gejalanya seperti keracunan, maka tim medis Pukesmas Babat, mengambil sample sisa makanan yang dikonsumsi oleh warga dan membawanya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan untuk dilakukan uji labolatorium. (Fath)
PrameswaraFM, Lamongan - Pengundian Panen Hadiah Simpedes Semester II 2019 BRI Cabang Lamongan, tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada Rabu (05/08/2020). Gede Janarta Pimpinan Cabang BRI Lamongan mengaku untuk pertama kalinya pelaksanaan undian dilakukan secara virtual, berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Sesuai dengan protokol kesehatan dan protokol bisnis, kami hanya mengundang beberapa tamu dan tidak mengurangi makna dari pengundian,” ujarnya.

Disampaikan oleh Gede, untuk para saksi yang hadir dari pihak Notaris, Kepolisian dan Dinas Sosial Jawa Timur serta perwakilan nasabah dari setiap Kecamatan. Untuk hadiah pengundian kali ini mencapai total Rp.650.000.000.

“Setiap tahunnya jumlah undian dan jumlah hadiah semakin banyak, dan tahun ini kurang lebih total hadiah 650 juta rupiah,” imbuhnya.

Gede Janarta Juga berterimakasih kepada para nasabah, karena telah mempercayakan tabungannya di BRI Lamongan.

“Terimakasih atas partisipasi masyarakat karena telah menabung di BRI dan mudah-mudahan hadiah dikesempatan undian selanjutnya dapat dimenangkan, seiring dengan bertambahnya saldo dan tabungan,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Gede, untuk pengambilan hadiah bagi para pemenang sudah bisa diambil mulai hari ini dengan batas waktu selama 3 bulan.

“Mulai hari ini bisa di ambil karena pajak juga sudah ditanggung oleh BRI dan ketentuan batas pengambilan, kalau lebih dari 3 bulan akan dikembalikan kepada Departemen Sosial,” pungkasnya. (Fath)