" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (182)

PrameswaraFM Lamongan - Hal berbeda terlihat dalam pelaksanaan Upacara Peringatan HUT RI ke-75 kali ini, pasalnya para mantan narapidana terorisme (napiter) turut ambil bagian dalam pelaksanaan upacara HUT RI ke-75 yang berlangsung di halaman Mapolres Lamongan, Senin (17/8/2020).

Pada Upacara Peringatan HUT RI ke-75 tersebut, tiga mantan Napiter anggota Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) bertugas sebagai pengibar bendera merah putih dan satu orang sebagai pembaca teks UUD 1945 serta yang lainnya menjadi peserta upacara.

Ketua YLP, Ali Fauzi yang bertindak sebagai pembaca teks UUD 1945 mengatakan, keikutsertaan para mantan napiter dalam pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke- 75 tersebut merupakan perwujudan dari niat baik para mantan Napiter untuk kembali ke pangkuan NKRI.

“Ada puluhan mantan napiter yang ikut upacara peringatan HUT RI ke-75, bagi saya ini sangat spesial sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Lamongan, AKBP Harun mengapresiasi keikutsertaan para mantan napiter YLP dalam upacara HUT ke-75 RI di Mapolres Lamongan.

AKBP Harun menyebut bahwa keikutsertaan para mantan Napiter tersebut menunjukkan sifat nasionalisme dan patriotisme para mantan teroris dan menjadi bukti bahwa mereka telah menyatu kembali dalam NKRI.

"Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh YLP ini dan kami juga bangga karena para mantan napiter ini bisa menunjukkan rasa patriotisme dan nasionalisme mereka terhadap NKRI," terang AKBP Harun.

Upacara Peringatan kemerdekaan RI di Mapolers Lamongan merupakan yang keempat kalinya dan diikuti sebanyak 45 mantan napiter. Sebenarnya, jumlah mantan napiter sebanyak 107 orang. Namun, tidak semua bisa ikut lantaran dibatasi akibat pandemi Covid-19. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Kejaksaan Negeri (KEJARI) Lamongan menetapkan dua orang tersangka dalam kasus korupsi Dana Desa (DD) dan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Sumberjo, Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Keduanya ditahan setelah dimintai keterangan oleh tim penyidik tindak pidana khusus Kejari Lamongan sekitar kurang lebih 5 jam, Kamis (13/8/2020).

Kedua tersangka adalah seorang pegawai Kecamatan Pucuk berinisial B yang pada tahun 2019 menjabat Plt Kades dan J perangkat Desa Sumberejo, Kecamatan Pucuk. Keduanya diduga melakukan korupsi Rp. 100 juta atas Dana Desa (DD) dan Rp. 50 juta dari dana BUMDES tahun 2019.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lamongan, Mohammad Subhan mengatakan, Kejari Lamongan telah menahan 2 orang perangkat desa karena dugaan korupsi. “kami telah menahan 2 orang tersangka karena diduga melakukan tindak korupsi Dana Desan (DD) dan BUMDES di Desa Sumberejo Kecamatan Pucuk tahun 2019, sementara keduanya akan ditahan selama 20 hari dan selanjutnya akan kami lakukan pendalaman kasus,” terangnya.

Kedua tersangka akan dijerat Pasal 2, 3 dan 8 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana dirubah UU No. 20 Tahun 2001 Tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukum maksimal 4 tahun penjara. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Kabupaten Lamongan kini secara resmi telah memiliki aplikasi belanja online yang dikenal dengan POL.

Bertempat di Aula Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan, Kamis(13/08/2020) siang tadi, Launcing POL berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal itu terbukti dengan para tamu undangan yang hadir tetep mengenakan masker dan menjaga jarak.

Adapun tamu undangan yang hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Bupati Lamongan Fadeli, Sekda Lamongan Yuhronur Efendi, Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman, Kepala BI Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, Kapolres Lamongan AKBP Harun, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf. Sidik Wiyono dan jajaran Forkopimda serta tamu undangan lainnya.

Bupati Lamongan Fadeli dalam kesempatan tersebut mengatakan, program ini merupakan kerjasama Pemkab Lamongan bersama dengan BI dan Bank Jatim. " Hari ini kita Launching POL yang bekerja sama dengan BI dan Bank Jatim sejak bulan maret lalu," Ujar Fadeli.

Ditambahkan oleh Bupati Fadeli, bahwa ditengah situasi pandemi yang mengharuskan masyarakat bekerja dari rumah sehingga bisa diimbangi dengan belanja dari rumah menggunakan aplikasi POL. " Dengan situasi pandemi yang mengharuskan kita bekerja dari rumah, sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk berbelanja dari rumah dengan aplikasi POL," terangnya.

Bupati Fadeli juga menyampaikan rasa terimakasih nya kepada BI dan Bank Jatim karena telah membantu mensupport perekonomian di Lamongan agar terus meningkat. "Terimakasih kepada BI dan Bank Jatim yang terus membantu meningkatkan ekonomi di Lamongan," terangnya.

Sementara itu Difi Ahmad Johansyah, Kepala Bi Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa hadirnya QRIS di tengah masyarakat adalah untuk mempermudah transaksi menggunakan uang non tunai dan mengapresiasi kinerja Pemkab Lamongan karena telah menjadi pionir di Indonesia untuk project Pasar Online. " QRIS adalah alat cepat dan efisien untuk menggantikan uang tunai, karena hanya dengan beberapa langkah scanning kita bisa langsung membayar. Kemudian pada masa pandemi ini dimana uang tunai memiliki resiko transmisi penyebaran covid-19, jadi dengan adanya pembayaran non tunai ini akan memitigasi resiko penularan kepada masyarakat, " terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengungkapkan bahwa kedepan, Bank Jatim akan terus bersinergi dengan semua pihak untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama pada masa pandemi sekarang ini. " Bank Jatim kedepan akan terus berkoordianasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk terus meningkat pelayanan kepada masyarakat dengan salah satunya adalah mendukung program QRIS dan POL di Lamongan, " pungkasnya. (Fath)
PrameswaraFM,Lamongan-Sebanyak 580 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Lamongan telah resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengambilan sumpah dilaksanakan di Aula Gadjah Mada, Gedung Pemkab Lamongan, Selasa (11/8/2020).

Dengan dilantiknya 580 PNS tersebut, kini jumlah PNS di lingkungan Pemkab Lamongan secara keseluruhan sebanyak 8.700 PNS.

Meski demikian, Bupati Lamongan, Fadeli menyebut Kabupaten Lamongan masih kekurangan 1.300 pegawai, karena idealnya jumlah pegawai seharusnya 10 ribu. “Jadi idealnya ASN yang dibutuhkan sebanyak 10.000 ASN sedangkan saat ini baru 8.700 ASN termasuk 580 ASN yang baru saja disumpah sehingga masih kurang 1.300 ASN apalagi tahun ini akan ada 513 ASN yang akan purna tugas,” Jelas Fadeli.

Namun Fadeli yakin meskipun belum ideal kinerja Pemerintah Kabupaten Lamongan akan tetap maksimal dengan memaksimalkan ASN yang ada. “580 ASN yang diambil sumpah hari ini merupakan pengadaan CPNS tahun 2018 yang telah melalui berbagai proses dari administrasi, berbagai tes dan pendidikan latihan dasar (Diklatsar), saya yakin mereka semua adalah pekerja keras,” Ungkap Fadeli.

Fadeli juga berpesan kepada seluruh ASN yang telah diambil sumpah agar segera menghadapi tantangan yang ada di depan mata dan menjadi pegawai yang tangguh yang mengenal teknolohi informasi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lamongan, Bambang Hadjar mengungkapkan, dari 580 PNS yang diambil sumpah, 383 PNS merupakan tenaga pendidikan, 118 tenaga kesehatan, dan 79 adalah tenaga teknis.

Dia menegaskan yang tidak datang pada pengambilan sumpah akan dilakukan sumpah tersendiri karena salah satu syarat untuk menjadi ASN harus disumpah. Pengambilan Sumpah ASN kali ini juga tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni memakai masker dan menjaga jarak.

Oleh karena itu acara pengambilan sumpah dilakukan dengan dua gelombang di hari yang sama yakni sebanyak 293 orang di gelombang pertama dan 287 orang di gelombang kedua pada Ruangan Gadjah Mada yang berkapasitas 600 orang. (Fath)