" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (182)

PrameswaraFM Lamongan - Massa gabungan yang mengatasnamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa Melawan dan Gerakan Masyarakat Melawan yang terdiri dari Banser, Ansor, IPNU/IPPNU, Pemuda Pancasila, PMII, HMI, GMNI dan Fornasmala kembali turun aksi. Mereka kembali mengepung gedung DPRD Lamongan untuk keempat kalinya, setelah kabar adanya rapat paripurna pengesahan Raperda RTRW yang dlakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamongan, Jumat (21/08/2020).

Namun, ternyata rapat paripurna yang seharusnya di gelar pagi tadi mendadak di batalkan oleh para wakil rakyat, sehingga membuat para massa aksi merasa kecewa.

“Kami melakukan aksi hari ini, tetapi tak satupun anggota dewan yang berada di dalam kantor, kita mengetahui bahwa sidang Paripurna dewan akan dilakukan hari ini pada pukul 09.00 WIB, akan tetapi dengan informasi yang sudah menyebar, akhirnya ditunda hingga pukul 19.00 WIB malam,” Ujar Ach. Nasir Falachuddin, Korlap Aksi.

Aksi keempat kali ini, membawa tuntutan yang sama yakni menolak Raperda RTRW, RIPI, BWP Paciran yang berpihak pada investor dan merugikan masyarakat di Lamongan.

“Kami sudah beberapa kali turun aksi, tapi tidak pernah ada tanggapan dari Pemda maupun DPRD Lamongan, namun kami atas nama Mahasiswa Lamongan Melawan akan terus melawan hingga ketiga Raperda tersebut dibatalkan oleh DPRD Lamongan dan dikembalikan ke eksekutif,” ungkap pria yang akrab di sapa Fafa ini.

Dalam tuntutan mereka, para peserta aksi menilai bahwa penyusunan Raperda RTRW di Lamongan dianggap mencedarai undang-undang, aspek hukum dan peraturan menteri agraria, karena tidak mempertimbangkan kondisi geografis dan kultur wilayah serta mengancam keseimbangan lingkungan di wilayah kabupaten Lamongan.

Aksi yang berlangsung mulai pagi hingga siang tadi sempat diskorsing sementara untuk sholat Jum'at. Akhirnya pada sore hari massa kembali berkumpul di depan gedung DPRD Lamongan untuk menunggu kejelasan para anggota dewan mengenai kelanjutan rapat Paripurna. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Puluhan hektare tanaman padi milik petani di Lamongan rusak dan mengering akibat diserang hama wereng. Hal itu membuat petani resah dan takut gagal panen. Hama wereng tersebut menyerang puluhan hektare tanaman padi di beberapa sawah milik petani di Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan.

Salah satu petani di Kecamatan Glagah, Mujazin mengungkapkan jika tanaman padi miliknya diserang wereng dan terancam gagal panen.

“sudah satu minggu terakhir diserang hama wereng, takut gagal panen,” ungkapnya.

Sementara itu, Sawin, Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kecamatan Glagah menjelaskan, dari 3876 Hektare tanaman padi yang berada di Kecamatan Glagah, sebanyak 1300 Hektare sudah dipanen dan terdapat 14 Hektare tanaman padi yang gagal panen karena membusuk dan mengering.

“ Dari kisaran luas areal tanaman padi di Glagah sekitar 3876 Hektare, 1300 Hektare sudah panen, memang tahun ini ada musibah hama wereng, tapi dari dinas pertanian sudah mengupayakan, namun masih ada yang tidak terselamatkan sekitar 14 hektare yang tersebar di 29 Desa di Kecamatan Glagah,” terangnya. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Jaringan pipa saluran distribusi gas bumi milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Lamongan bocor. Tidak hanya bocor, gas bumi yang keluar dari saluran pipa yang dipasang di dalam selokan trotoar itu terbakar dan meledak di Jl Andanwangi, Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Lamongan, Rabu (19/8/2020) tengah malam.

Mahmud pemilik rumah tempat lokasi kejadian mengatakan, peristiwa ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 wib saat keadaan sekitar lokasi sepi. “Kejadiannya Saat itu saya sedang membersihkan kandang burung untuk lomba, kemudian ada suara ledakan diluar, saya kira ban truk pecah, lalu saya keluar sama keluarga dan langsung meminta tolong ke tetangga sekitar,” terang Mahmud pemilik rumah.

Untuk mengatasi kebakaran tesebut, warga berinisiatif meminta bantuan dengan mendatangi kantor PMK, tak lama kemudian satu unit mobil pemadam kebakaran datang ke TKP, namun tidak berani memadamkan api karena sumbernya dari gas. Api baru bisa dipadamkan setelah petugas PMK mematikan kontrol saluran radiasi sumber gas.

Sementara itu, Alfan petugas PGN yang memasang pipa gas mengungkapkan, kebakaran berasal dari bocornya pipa yang ditanam di trotoar. “Mungkin pipanya bocor karena dimakan tikus dan kebakaran akibat puntung rokok,” ungkapnya.

Jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga milik Perusahaan Gas Negara (PGN) tersebut diproyeksikan menjadi pengganti tabung gas. Namun warga masih belum berani menggunakanannya dengan alasan masih takut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun warga meminta PT PGN bertanggungjawab atas insiden tersebut. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Setelah libur hampir enam bulan lamanya akibat pandemi Covid-19, akhirnya pihak PSSI kembali akan menggelar kompetisi Liga 1 2020 yang akan bergulir bulan Oktober mendatang.

Salah satu klub kontestan Liga 1 yang menyatakan kesiapannya adalah Persela Lamongan. Tim Laskar Joko Tingkir itu sendiri sudah siap untuk mengarungi lanjutan putaran pertama kompetisi Liga 1 yang sempat berhenti karena pandemi Covid-19.

Meksipun hingga saat ini, regulasi dari pihak PSSI terkait rencana pertandingan ini belum diketahui oleh pihak manejemen, namun pihak Persela menyatakan sudah menyiapkan semuanya.

Manejer Persela Lamongan, Edy Yunan Ahmadi mengatakan dalam menghadapi lanjuatan putaran pertama kompetisi Liga 1 tahun ini, pihak Persela sudah siap. Bahkan untuk menghadapi penyebaran Covid-19, pihak manajemen akan bekerjasama dengan Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Lamongan untuk melakukan pemeriksaan terhadap para pemain.

“Berdasarkan Rapat yang dilakukan oleh PT. LIB dan seluruh kontestan liga 1, kompetisi lanjutan putaran pertama akan dilanjutkan pada 1 Oktober mendatang,” terangnya.

Yunan juga menambahkan setelah melakukan beberapa kali rapat internal dengan jajaran pengurus dan koordinasi dengan tim pelatih, Persela akan melakukan latihan perdana pada 1 september mendatang.(Fath)