" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (132)

Program Pelaksanaan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tidak hanya sekedar merenovasi supaya rumah menjadi layak huni. Tapi lebih penting dari itu yakni menjadikan rumah lebih sehat.

Itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka Kegiatan Karya Bakti TNI AL dalam Rangka Pelaksanaan Renovasi RTLH Tahun 2019 di Lamongan, Rabu (21/8).

“Rumah Tinggal Layak Huni atau sering saya sebut RTLH (Rutilahu, red) merupakan program rumah tidak layak huni menjadi rumah tinggal layak huni. Program ini menjadi bagian penting yang tidak hanya sekedar merenovasi supaya rumah itu layak huni tapi lebih penting dari itu menjadi rumah sehat. Baiti jannati, rumahku surgaku,” terangnya.

Dia menjelaskan Program Rutilahu ini menjadi bagian dari penuntasan stunting di Jawa Timur. Karena menurutnya, persoalan tidak hanya persoalan asupan gizi, namun juga soal hidup sehat.

Kriteria rumah yang mendapat bantuan diantaranya berlantai tanah, dinding rumah dari bilik bambu, rumah belum memenuhi standart kesehatan, tanah milik sendiri, dan tidak memiliki aset lain serta pemilik rumah berpenghasilan dibawah upah minimum regional (UMR).

“Persyaratan-persyaratan tersebut menjadi penting agar yang dibangun memang diatas tanah sendiri,” imbuh Khofifah.

Program ini merupakan kerjasama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V dengan Pemprov Jatim. Hadir dalam upacara pembuklaan itu, Danlantamal V Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono.

Danlantamal menyampaikan ini adalah bentuk sinergi yang positif dalam melayani masyarakat kurang mampu, terutama melalui RTLH.

Dari total 867 rumah yang akan mendapat bantuan, 84 unit rumah diantaranya diperuntukkan untuk Kabupaten Lamongan. Sementara sisanya untuk Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Tuban, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Banyuwangi, Situbondo, Jember, Malang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Pacitan.

Sementara Bupati Fadeli mengungkapkan Pemkab Lamongan setiap tahunnya juga berupaya membantu plesterisasi untuk 1.000 hingga 1.500 unit rumah yang berasal dari dana APBD dan sumber lainnya.

“Dari 14 indikator kemiskinan, satu persatu kami kerjakan. Program plesterisasi rumah ternasuk yang kami dahulukan. Sehibngga akhir tahun 2018 sudah tidak ada lagi rumah yang tidak terplester. Ini merupakan program kabupaten Lamongan terutama untuk rumah tidak layak huni,” ujar Fadeli. (*)
Pemkab Lamongan berencana meluncurkan secara resmi penggunaan LA Pay sebagai pembayaran non tunai milik Lamongan pada 1 September mendatang. Transaksi kuliner khas Lamongan, nasi boran, menjadi salah satu sasaran penggunaan LA Pay.

“Saya akan membuktikan bahwa Lamongan bisa menjelma menjadi kabupaten digital. Sarapannya tetap nasi boran, tapi pembayarannya tinggal klik di handphone saja, beres,” ujarnya saat di Pendopo Lokatantra, Selasa (20/8).

Dalam sesi sosialisasi kali ini Pemkab Lamongan mengundang para pelaku usaha kecil maupun besar, termasuk sejumlah penjual nasi boran. Juga diundang pengelola lembaga pendidikan, dan takmir masjid.

Mereka ini nantinya yang akan menjadi mitra LA Pay untuk transaksi pembayaran non tunai.

“Sekarang sudah eranya digitaliasasi, siapapun harus mengupgrade diri. Termasuk para penjual nasi boran,” kata Fadeli.

Meski mengusung nama Lamongan, LA Pay ini berlaku global, karena aplikasinya bisa diunduh di toko aplikasi android dan digunakan sebagai pembayaran di berbagai merchant.

Fadeli optimis LA Pay akan menjadi pioneer di Indonesia, transaksi pembayaran non tunai dari pemerintah daerah yang bisa digunakan di seluruh Indonesia.

Sementara Sekkab Yuhronur Efendi menjelaskan sosialisasi akan terus digalakkan Pemkab Lamongan hingga Launcing LA Pay pada tanggal 1 September nanti.

Melalui LA Pay, terang dia, proses transaksi akan semakin mudah. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan Lamongan Digital Society.

Dia menjelaskan LA Pay ini selain memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam bertransaksi, juga memperkuat ketahanan ekonomi di Lamongan. Karena dari setiap transaksinya, ada kontribusi keuntungan yang bisa digunakan untuk pembangunan Lamongan.

“Sehingga transaksi dengan LA Pay tidak hanya bermanfaat bagi penggunanya, namun juga memberi manfaat bagi Lamongan,” ungkapnya. (ID)
Hanya ada suara derap langkah ketika barisan muda pengibar bendera yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Kapten Infanteri Bekti Suprapto mulai memasuki Alun-alun Lamongan dalam Upacara Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8).

Keheningan semakin terasa ketika Diah Silviana, pelajar MA Mazro’atul Ulum Kecamatan Paciran maju untuk menerima bendera merah putih dari Bupati Fadeli. Putri pasangan Najib dan Syansiah yang lahir pada 2003 silam ini terpilih sebagai pembawa baki bendera saat upacara pengibaran.

Wajah tegang dari para pelatih dan purna paskibraka di tribun undangan berubah menjadi kelegaan ketika tugas pengibaran oleh tim pengerek dituntaskan tanpa cela. Mereka yang pagi itu bertugas mengerek bendera merah putih adalah Tedy Tya Pratama dari SMAN 1 Kedungpring bersama A. Surya Hidayat dari MAN 1 Lamongan dan M. Faizal Ansori dari SMAN 1 Lamongan.

Seusai upacara, Bupati Fadeli memberikan secara simbolis, SK Remisi kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan.

Ada sebanyak 354 SK Remisi yang diserahkan secara simbolis. Terdiri dari 344 remisi umum I dan 10 remisi umum II.

Usai memberikan SK Remisi secara simbolis, Bupati Fadeli rupanya tidak langsung meninggalkan lapangan upacara. Dia menuju kursi undangan terlebih dulu, menyalami dan memberikan tali asih kepada seluruh veteran yang pagi itu hadir sebagai undangan kehormatan.

Pada upacara penurunan bendera di sore harinya, tugas Diah Silviana sebagai pembawa baki bendera akan digantikan Mustika Putri Fatiha. Mustika adalah pelajar SMAN 1 Paciran, putri pasangan Muslihin dan Suwarti.

Seleksi Paskibraka Kabupaten Lamongan sudah dilakukan sejak Bulan Februari. Dari 506 anak yang terpilih, diseleksi lagi menjadi 76 anak dan 10 cadangan rumah. Mereka kemudian mengikuti pelatihan yang harus dijalani sejak 22 Juli sampai dengan 16 Agustus. (ID)
Hasil Pemilu 2019 lalu akan dilantik pada pekan depan, mengingat tahapan penetapan sudah dilakukan. Ke- 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan. “Karena kita sudah selesai melaksanankan tahapan penetapan anggota dewan hasil Pemilu 2019 lalu, maka selanjutnya adalah pelantikan yang rencananya digelar pada tanggal 24 Agustus mendatang, Selasa (13/8) siang”,ungkap Mahrus Ali, Ketua KPU Lamongan.

Kita ketahui bersama, setelah Surat KPU RI Turun, KPU Lamongan Langsung Gelar Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Jadi di DPRD. Surat KPU RI tersebut bernomer: 1027/ PL.01.9-SD/03/KPU/VII/2019 tertanggal 17 Juli 2019. Dilain pihak, lanjut Mahrus Ali, terkait tempat pihak KPU Lamongan akan melakukan kordinasi dengan pihak Sekwan. “Sedangkan tehnis tahapan dipelantikan sudah menjadi kewenangan sekwan dan gubernur” terangnya.

Dari hasil penetapan yang telah dilakukan sebelumnya, PKB mendapat 10 kursi, Dermokrat 9, PDIP 8, PAN 7, Golkar 6, Gerinda 4, PPP 3 Hanura 1, Nasdem 1, dan Perindo 1. Pada Bulan Mei lalu, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lamongan menyiapkan Abdul Ghofur sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Lamongan. Persiapan tersebut berdasar atas hasil perolehan suara PKB dalam Pemilu yang digelar April lalu.

“Menurut data KPU Lamongan, sebanyak 162.452 suara itu diperoleh dari Dapil 1 sebanyak 34.531 suara, dari Dapil II sebanyak 38.140 suara, dari Dapil II sebanyak 30.705 suara, dari Dapil IV sebanyak 31.826, dan dari Dapil V sebanyak 27.250 suara” ujarnya.

“ Lebih lanjut, nama yang kita siapkan untuk menduduki Ketua DPRD Lamongan adalah Abdul Ghofur yang merupakan Ketua DPC PKB Lamongan” kata Wakil Ketua DPC PKB Lamongan, Saefuddin Zuhri. Menurutnya, nama adalah Abdul Ghofur terlebih dahulu akan diusulkan ke DPP PKB untuk mendapat rekomendasi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lamongan.

“Jadi prosedurnya adalah diusulkan ke DPP kemudian DPP menurunkan rekomendasi” ungkap Zuhri, panggilan Saefuddin Zuhri. Ia juga memaparkan dalam Pemilu 2019 yang digelar di Bulan April kemarin, PKB menjadi pemenang dengan secara keseluruhan mendapat perolehan suara sebanyak 162.452 suara”, pungkasnya (ID).