" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (182)

PrameswaraFM lamongan - Untuk meringankan beban para pekerja di masa pandemi Covid-19, Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan bakal memberikan subsidi kepada karyawan swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) mulai September 2020 mendatang.

Syarat ketentuan penerima subsidi adalah karyawan swasta peserta BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif, dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan, berdasarkan data upah yang dilaporkan dan tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan.

Bantuan subsidi upah (BSU) ini sendiri diberikan kepada para tenaga kerja yang menerima upah dibawah Rp 5 juta per bulan. Bantuan akan diberikan secara bertahap selama empat bulan sebesar Rp 600 ribu dan akan diberikan lewat rekening masing-masing tenaga kerja.

Wahyu Hutomo, Kepala Cabang Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Lamongan mengatakan, pihaknya telah mengusulkan sebanyak 18.675 tenaga kerja yang sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan bantuan subsidi upah tersebut.

“KCP perwakilan Kabupaten Lamongan telah mengirimkan sebanyak 18.675 data karyawan swasta ke BPJS Ketenagakerjaan pusat untuk nantinya bisa diteruskan ke Kementerian Tenaga kerja untuk mendapatkan BSU dari pemerintah,” terang Wahyu.

Untuk saat ini, Di Kabupaten Lamongan sendiri ada sekitar 22 ribu tenaga kerja dan tidak semua tenaga kerja ini diusulkan oleh pihak BPJS Tenaga Kerja untuk mendapatkan bantuan BSU.

Karena dalam aturannya, yang mendapatkan bantuan BSU tersebut adalah para tenaga kerja yang sudah terdaftar pada bulan Juni, sedangkan untuk bulan Juli dan seterusnya akan masuk dalam daftar susulan.(Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Mbah Ngasidah (80), warga Desa Paji, Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan yang hidup sebatangkara, kini hidupnya semakin merana. Setelah rumah kediaman yang ditinggali sang nenek selama ini ludes terbakar hingga rata dengan tanah.

Peristiwa itu terjadi pada rabu siang, saat cuaca panas terik dan hembusan angin yang kencang, membuat api begitu cepat menjalar, dan dalam waktu satu jam, rumah nenek Ngasidah habis terbakar dilalap si jago merah(26/8/2020).

Berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, musibah kebakaran yang menimpa nenek Ngasidah, terjadi ketika sang nenek yang tinggal seorang diri ini memasak air menggunakan tungku.

"Mbah Ngasidah tadi masak air di tungku, kemudian ditinggal sebentar," kata Safari warga setempat.

Ketika ditinggal itulah, api di tungku kemudian membesar dan langsung menjalar dengan cepat ke dinding rumah Ngasidah yang berbahan kayu. Beruntung, sang nenek yang saat itu berada di depan rumah selamat dari kobaran api yang berasal dari tungku tersebut.

Warga setempat yang mengetahui api yang semakin membesar, kemudian berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Warga juga berinisiatif mendatangkan mobil tangki untuk mempercepat pemadaman, sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Namun, karena api sangat cepat membesar akhirnya menghanguskan seluruh bagian rumah mbah Ngasidah. Dua mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi pun tidak mampu menyelamatkan rumah sang nenek.

Petugas PMK Lamongan, Agung menuturkan, petugas PMK melakukan proses pembasahan puing-puing bangunan, agar api benar-benar padam dan tidak menjalar ke tempat lain.

" Kebakaran diduga berasal dari tungku saat nenek sedang memasak air," ucap Agung.

Sementara itu, Nenek Ngasidah saat ini ditampung di rumah warga. Rencananya, warga akan membangun kembali rumah nenek Ngasidah. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Hama wereng yang semakin meresahkan para petani di Lamongan, kini semakin meluas dan mengakibatkan semakin banyak lahan pertanian padi milik warga yang terancam gagal panen tahun ini.

Meluasnya sebaran hama wereng hingga saat ini telah terjadi di 14 Kecamatan di Lamongan, dengan total luasan lahan tanaman padi menapai 600 Hektare yang tidak dapat terselamatkan.

Ali sadikin, salah satu petani di Kecamatan Deket mengaku, jika pendapatan panen tanaman padi miliknya tahun ini terancam menurun karena diserang hama wereng.

“ Takut rugi panennya karena diserang wereng,” ucapnya. (26/08/2020).

Sementara itu, Hartini Sistri Utami, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lamongan mengatakan, serangan hama wereng di Lamongan sulit dikendalikan. Dari data yang masuk serangan hama wereng terbesar terjadi di wilayah utara Lamongan.

“ Dari laporan yang masuk, kurang lebih ada 14 kecamatan dan sebagian besar dari kecamatan bagian utara, yang mana UPT disana merupakan imigrasi dari Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Hama wereng tersebut biasanya menyerang tanaman padi yang berumur antara 50-65 hari. Dari 14 kecamatan tersebut diantaranya adalah Kecamatan Glagah, Deket, Karangbinangun, Turi, Kalitengah dan beberapa Kecamatan lainnya.

Hartini menambahkan, jika berbagai upaya telah dilakukan, hingga Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lamongan meminta bantuan ke Pemprov Jatim untuk pengadaan obat Pembasmi hama wereng bagi para petani.

“ Dari dinas juga sudah memberikan beberapa bantuan, tetapi masih kurang karena serangan hama wereng yang sangat besar, oleh karena itu kami berupaya meminta bantuan ke Dinas Pertanian Provinsi Jatim.” Terangnya.

Hartini juga berharap kepada para petani di Lamongan agar lebih waspada, pasalnya proses migrasi wereng yang disinyalir berasal dari wilayah Gresik ini masih terus berlanjut dan dimungkinkan serangan hama wereng ini akan terus meluas ke lebih dari 14 kecamatan di Lamongan, sebab beberapa wilayah diantaranya baru mulai memasuki musim tanam padi. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Beragam cara dapat dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat akan bahaya dan ancaman virus Covid-19. Salah satunya dengan menggelar festival layang-layang. Seperti yang dilakukan warga di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Layang-layang yang dilombakan pun memiliki bentuk-bentuk yang unik. Di antaranya berbentuk kuburan, keranda mayat dan pocong. Bahkan ada juga yang berbentuk menyerupai tengkorak manusia. Hal itu di lakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya Covid-19.

Menurut Akmaluddin, Ketua Panitia Festival Layang-layang yang juga Kepala SMK Tarbiyatus Sibyan, Festival layang-layang tersebut bersifat umum dan digelar dalam rangka memperingati HUT RI ke-75 juga sekaligus hari Ulang Tahun SMK ke-9. “ Festival layangan ini untuk umum dan bagi para pelajar yang digelar dalam serangkaian HUT RI ke-75 dan harlah ke-9 SMK Tarbiyatus Sibyan,” tutur pria yang akrab disapa Akmal.

Adapun untuk penilaian lomba, Akmal menjelaskan jika yang masuk kriteria penilaian adalah kreativitas, orisinilitas, kestabilan layang-layang saat diudara dan temanya. “ Yang kami nilai adalah kreativitas para peserta, juga orisinilitas, stabil apa tidaknya layang-layang saat di udara dan apakah desainnya sesuai dengan tema,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Akmal, Cara tersebut dinilainya cukup efektif sebagai cara mengingatkan masyarakat tentang bahaya Covid-19.

Meski masih di tengah pandemi Covid-19, namun masyarakat tetap antusias menyaksikan dan menjadi peserta festival. Bahkan jumlah peserta mencapai 150 orang dan ada juga yang berasal dari kota tetangga seperti Gresik dan Tuban. (fath)