" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (132)

Ada yang berbeda pada Minggu Ceria (Mince) di Alun-alun Lamonga, Minggu pagi (1/9). Berbagai stand mulai dari milik OPD seperti dari Dinas Perindag, Bank Jatim, Persela Store bahkan Nasi Boran.

Ternyata pagi itu Pemkab Lamongan menggelar Launching LA Pay. Sebuah instrument pembayaran non tunai kerjasama Pemkab Lamongan bersama PT Veritra Sentosa Internasional.

Belasan stand tersebut sudah melayani transaksi oleh masyarakat dengan menggunakan metode pembayaran dari LA Pay.

Seperti yang diketahui, selama satu bulan ini LA Pay sedang gencar-gencarnya disosialisasikan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Fadeli pada acara tersebut.

“Saat ini masyarakat Lamongan telah dimanjakan dengan teknologi financial. Melakukan transaksi pembayaran melalui digital. Kemana-mana tidak perlu membawa banyak uang. Cukup dengan membawa handphone yang berisikan aplikasi LA Pay, dapat digunakan untuk transaksi apapun,” ungkap Fadeli.

Tak hanya transaksi jual beli, Fadeli menjelaskan pembayaran Baznas bahkan infaq pun bisa dilakukan dari rumah.

Saat ini sudah beberapa masjid tergabung dengan LA Pay. Diantaranya adalah Masjid Agung Lamongan dan Al-Azhar. “Masyarakat Lamongan juga bisa berinfaq melalui scan barcode di kotak amal,” lanjut Fadeli.

Fadeli mengungkapkan bahwa aplikasi LA Pay ini tidak hanya bisa dilakukan di Lamongan saja, tetapi juga di seluruh Indonesia. Karena LA Pay adalah bagian dari PayTren yang sudah diakui secara nasional.

Sementara Deddi Nordiawan Direktur Keuangan PayTren mengungkapkan bahwa PayTren hadir sebagai karya 100 persen anak bangsa dan kini hadir di Lamongan bersama melahirkan LA Pay.

“Jadi Kabupaten Lamongan adalah yang pertama memiliki alat pembayaran digital sendiri di Indonesia,” ungkap Deddi Nordiawan

Deddi Nordiawan juga menjelaskan berbagai keistimewaan dari LA Pay. Diantaranya LA Pay memberikan fasilitas teknologi yang bisa digunakan oleh masyarakat Lamongan untuk bertansaksi baik di Lamongan maupun di luar Lamongan.

Keistimawaan lainnya, yakni LA Pay memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lamongan.

Namun dia juga mengakui bahwa memang butuh sosialisasi yang kuat untuk merubah kebiasaan masyarakat menggunakan aplikasi pembayaran tersebut. Namun dengan kemudahan - kemudahan yang ada, dia yakin Kabupaten Lamongan akan menjadi kota digital pertama di Indonesia. (*)
Tak cukup sehari, Lamongan menggelar karnaval dua hari berturut-turut dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019. Setelah tingkat TK dan SD sederajat, karnaval hari kedua diikuti lembaga tingkat SMP/MTs, SMK/SMK/MA, dan umum, Kamis (29/8).

Berbagai kostum unik bertemakan busana nasional dan adat hingga sejarah Lamongan ditampilkan oleh peserta karnaval. Seperti SMK 1 Lamongan yang mengusung tema Panji Laras dan Liris.

Dengan menampilkan nuansa cerita rakyat lengkap dengan perajurit, penonton diingatkan kembali dengan kisah legendaris perjodohan panji laras dan liris dengan putri Andansari dan Andanwangi.

Meski berakhir sedih, cerita legendaris ini diyakini oleh masyarakat Lamongan sebagai asal usul tradisi pernikahan unik di Lamongan. Dimana pihak perempuan yang meminang pihak laki-laki. Bahkan beberapa wilayah di Lamongan masih mempraktekkan tradisi ini hingga sekarang.

Karnaval ini juga dijadikan ajang menampilkan kesenian khas Lamongan Jaran Jenggo hingga Pengantin Bekasri. Ini menurut Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan agar sejarah dan budaya asli Lamongan tidak luntur oleh modernitas zaman.

Karnaval yang diikuti sebanyak 90 lembaga ini terdiri dari 9 lembaga tingkat SMP/MTs, 10 lembaga SMA/SMK/MA dan 71 OPD sekabupaten Lamongan.

Adapun Rute karnaval yang diberangkatkan Bupati Fadeli bersama Forkopimda setempat dari depan Pendopo Lokatantra melewati Jalan Lamongrejo, Jalan DR. Wahidin , Jalan Soewoko, masuk jalan sunan drajat (patung bandeng lele), kemudian lewat Jalan Andanwangi dan jalan Andansari, masuk Jalan Basuki Rahmad (Gedung DPR), Jalan Sunan Giri, melewati Jalan Sunan Kalijogo, Jalan Ahmad Yani, dan Finish pasar tingkat ke Utara. (*)
Sebanyak 89 lembaga Pendidikan setingkat TK dan SD meramaikan karnaval HUT ke-74 RI di Lamongan, Rabu (28/8). Banyaknya peserta dalam karnaval kali ini mengakibatkan peserta terakhir baru bisa berangkat ketika matahari sudah di atas kepala.

Beragam pesan disampaikan peserta karnaval yang mengusung tema warna nusantaraku ini. Seperti siswa dari SDN Jetis III yang tampil di atas kendaraan terbuka sambil memainkan alat musik gamelan.

Sementara beberapa beberapa Lembaga TK/RA menampilkan program unggulan Pemkab Lamongan. Mulai dari Lamongan Green and Clean (LGC), Gerakan 1821, Tani Jago (Pertanian Jagung Modern) hingga pendidikan anti korupsi.

Warna warni Nusantara ditunjukkan lewat beberapa peserta yang tampil dengan busana adat khas, mulai dari Sabang sampai Merauke. Beberapa guru pendamping juga tampil percaya diri dengan busana adat khas Lamongan yang baru saja diresmikan penggunaannya oleh Bupati Fadeli pada Mei lalu.

Puluhan peserta karnaval setingkat TK dan SD ini terdiri dari 55 lembaga dari TK/RA dan selebihnya sebanyak 34 lembaga berasal dari SD/MI.

Peserta dari TK/RA menempuh rute yang sangat pendek. Diberangkatkan Bupati Fadeli Bersama Forkopimda setempat dari depan Pendopo Lokatantra, mereka finish di depan SDN Jetis III setelah menyusuri Jalan Lamongrejo, Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo dan sebagian Jalan Soewoko.

Sedangkan peserta dari SD dan MI menempuh rute yang lebih Panjang. Dari Jalan Soewoko mereka masih harus menyusuri Jalan Andan Sari dan Andan Wangi, sebelum melalui Jalan A Yani untuk kemudian finish di barat Pendopo Lokatantra. (*)
Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Lamongan Periode 2019 – 2024 diminta memperhatikan budaya dan kearifan lokal dalam rencana pembangunan kdepan.

Demikian sambutan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan Bupati Lamongan, H. Fadeli saat prosesi pengambilan sumpah janji Anggota DPRD Lamongan Periode 2019 – 2024 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lamongan, Sabtu (24/08/2019).

Pengambilan sumpah janji tersebut dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Lamongan, Mohammad Sainal dan dihadiri seluruh Forkopimda Lamongan dan undangan lainnya.

“Selamat mengemban amanah menjadi wakil rakyat. Teriring harapan, semoga dapat membawa aspirasi masyarakat lebih baik,“ ucap H. Fadeli.

H. Fadeli berharap amanah itu bisa membawa Kabupaten Lamongan lebih maju, sejahtera bermartabat serta mampu selalu memperhatikan budaya dan kearifan lokal untuk memunculkan kepribadian sebagai bangsa Indonesia.

Sementara pimpinan sidang, yang juga Ketua DPRD Lamongan, Debby Kurniawan menyebutkan Anggota DPRD Lamongan Periode 2014 – 2019 melalui alat kelengkapan Dewan telah melaksanakan tugasnya sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) DPRD.

Diantaranya bersama Pemerintah Daerah telah menetapkan 83 Peraturan Daerah (Perda) sebanyak 21, dimana diantaranya merupakan Perda insiatif DPRD.

Keterangan terpisah, Sekretaris DPRD Lamongan, Aris Wibawa menyampaikan, bahwa 50 orang Anggota DPRD tersebut terdiri dari 32 anggota lama dan 18 anggota baru.

Mereka kemudian diambil sumpah janjinya melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 171.413/865/011.2/2019 tertanggal 9 Agustus 2019.

Sesuai keputusan KPUD Lamongan, PKB mendapatkan 10 kursi, Partai Demokrat 9 kursi, PDIP 8 kursi, PAN 7 kursi, Golkar 6 kursi, Gerindra 4 kursi, PPP 3 kursi, Nasdem 1 kursi, Perindo 1 kursi, dan Hanura 1 kursi.

Dan Sidang Paripurna ini juga mengumumkan pimpinan sementara DPRD Lamongan yakni H. Abdul Ghofur dari PKB sebagai Ketua dan Yanuar Yudha Prasetya dari Partai Demokrat sebagai Wakil Ketua.

Adapun tugas pimpinan sementara adalah memimpin rapat DPRD, memfasilitasi pembentukan fraksi, memproses penetapan pimpinan DPRD definitif dan memfasilitasi penyusunan rancangan peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD. (*)