Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (118)

Suasana semarak bak karnaval terasa dalam Gerak Jalan tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Peringatan HUT ke 74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 di Lamongan, Senin (12/8).

Pesertanya tidak tampil asal, sekedar berkaos oblong atau hanya cukup mengenakan seragam sekolah masing-masing.

Beberapa peserta nampak mengenakan seragam ala militer dengan warna kreasi. Peserta lainnya terlihat mengenakan batik khas lamongan sebagai sembong di pinggang.

Sejumlah peserta lainnya, nampak kompak berhijab, meski cuaca pagi itu muali menyengat. Sehingga gerak jalan yang diberangkatkan Bupati Fadeli Bersama Forkopimda drai depan Pendopo Lokatantra itu terasa semarak bak karnaval.

“Gerak jalan merupakan olahraga kecepatan, ketepatan, kekompakan, kebersamaan, dan keindahan. Makna ini bisa menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai tujuan bersama,” pesan Fadeli.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan Muhadjir melaporkan bahwa lomba gerak jalan tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA mengawali rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT ke 74 Kemerdekaan RI.

Akan disusul kemudian pada keesokan harinya, 13 Agustus 2019, gerak jalan untuk tingkat SD/MI.

Lomba gerak jalan ini diikuti oleh seluruh SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Lamongan dengan total 106 regu. Dengan rincian tingkat SMP/MTs terdiri dari 24 regu putri dan 20 regu putra.

Sedangkan tingkat SMA/SMK/MA terdiri dari 32 regu putri dan 30 regu putra.(ID)
Bupati Lamongan Fadeli, Wakil Bupati Kartika Hidayati, bersama Forkopimda setempat melaksanakan Sholat Id di Masjid Al Azhar, Minggu (11/8). Bertindak selaku imam dan khotib adalah H Dian Barkah dari Gresik.

H Dian Barkah di kesempatan itu mengajak untuk mendasarkan setiap aktifitas pada syariat dan meniatkannya sebagai ibadah kepada Allah SWT. Menurut dia, kesalehan individu harus dibarengi dengan kesalehan sosial.

“Kesalehan ini diwujudkan dalam setiap tindakan kita dengan prinsip syariat, sebagaimana petunjuk yang telah diberikan Allah SWT dan Rasul Nya. Berjuang mengalahkan hawa nafsu, agar tindakan kita juga bermanfaat bagi masyarakat, sehingga menjadikan Islam benar-benar rahmatan lil alamin, ” kata dia.

Dia kemudian mencontohkan kesalehan sosial itu seperti dalam perniagaan hewan kurban. Yang ketika musim kurban tiba, pedagang menaikkan harga, karena memang tingginya permintaan. “Ini mengakibatkan tidak banyak yang bisa berkurban,” ujarnya.

Padahal, katanya melanjutkan, jika mengambil keuntungan yang wajar, yang memberi manfaat tidak hanya pada pedagang, tapi juga masyarakat, akan semakin banyak yang bisa berkurban.

“Siapapun ingin dapat keuntungan dalam perniagaan, siapapun ingin punya aset yg melimpah. Tapi bagaimana perniagaan itu bisa membawa kepada kemaslahatan,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Bupati Fadeli di Idul Adha ini melanjutkan tradisi untuk menyumbangkan sejumlah besar hewan kurban. Tahun ini dia berkurban 12 ekor sapi dan 13 ekor kambing.

Puluhan hewan kurban ini dibagi merata di wilayah utara, tengah dan selatan Lamongan, termasuk di Masjid Rahmatan lil Alamin Desa Tanjung/Lamongan.

Dua ekor sapi terberat, masing-masing berbobot kurang lebih 800 kilogram disumbangkan untuk panitia kurban di Masjid Al Azhar dan Masjid Agung Lamongan.(ID)
Program Lamongan Green and Clean (LGC) sukses diterapkan hingga ke tingkat desa. Road map LGC ini akan diterapkan Bupati Fadeli untuk menyukseskan Program Asuhan Mandiri (Asman) melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Hal itu dikatakannya saat menerima Tim Penilai Kelompok (Asman) Melalui Pemanfaatan Toga di di Guest House Pemkab Lamongan, Kamis (8/8).

Itu karena dia melihat implementasi penggunaan pengobatan tradisional dan toga akan sangat membantu masyarakat. Sehingga tidak selalu bergantung dengan obat kimia untuk gangguan kesehatan ringan.

Dia berharap Kelompok Asman tidak hanya ada di puskesmas saja, namun tumbuh diseluruh desa di Kabupaten Lamongan. Fadeli menyarankan penerapan konsep LGC, yang penilaian lombanya dilakukan sepanjang tahun.

“Saya berharap kelompok Asman Toga ada diseluruh desa, tidak hanya di puskesmas saja. Kedepannya bisa mencontoh LGC yang penilaian lombanya dilakukan sepanjang tahun,” harapnya.

Sementara Kabid Pelayanan Kesehatan Dikes Jatim Dian Islami selaku ketua rombongan mengatakan tujuannya ke Lamongan adalah dalam rangka mengevalusai secara langsung juara kelompok Asman Toga dan Akupresur Desa Canditunggal Kecamatan Kalitengah.

“Lamongan patut bangga karena tidak banyak kabupaten dan kota yang maju ke tingkat provinsi. Ada banyak persyaratan nyang harus dipenuhi,” ujarnya.

Dia mengatakan program yang diimplementasikan melalui pendekatan keluarga ini diharapkan dapat mendorong penggunaan tanaman sebagai pengobatan penyakit ringan yang diderita oleh anggota keluarga.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Tufik Hidayat menuturkan, pemanfaatan toga tidak hanya untuk kesehatan tapi juga ekonomi.

Dinkes dalam pembinaan standarisasi jamu hasil pengolahan Toga saat ini sudah bekerjasama dengan Universitas Airlangga. Seluruh OPD juga banyak memberikan dukungan, seperti dalam hal perizinan, pengemasan bahkan penjualannya secara langsung. (ID)
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Lamongan melakukan program kerja pengelolahan produk hasil perikanan di Desa Gambuhan Kec. Kalitengah, Sabtu (03/08/2019).

Upaya ini dilakukan sebagai wujud pengembangan potensi perikanan pada pengolahan dan peningkatan produktivitas serta pendapatan dengan integrasi ke akses pasar yang lebih luas.

Kepala Desa Gambuhan, bapak Moh Yasin Fuad menyebutkan, kegiatan ini sangat cocok untuk desa Gambuhan, mengingat wilayah desa yang dikelilingi oleh tambak terlebih sebagian besar pendapatan masyarakat dari tambak perikanan.

"Kami berterima kasih kepada adik – adik KKN UNISLA yang telah mengupayakan untuk melakukan pelatihan produk perikanan” tutur beliau dalam sambutannya. Pengolahan produk hasil perikanan, dimaksudkan untuk menggali potensi desa yang secara nilai jual tidak berbentuk ikan utuh tapi berbentuk olahan yang memiliki nilai jual yang lebih mahal. Ini menjadi konsentrasi Mahasiswa KKN khususnya Mahasiswa Fakultas Perikanan yang juga anggota dari peserta KKN di Desa Gambuhan.

Dekan Fakultas Perikanan Ibu Endah Si Prihatini yang juga hadir pada pelatihan tersebut menegaskan bahwa mahasiswa harus mempunyai gagasan untuk memanfaatkan potensi desa “ kami mengharapkan mahasiswa kami menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi mumpuni ” tegas beliau.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari Ibu – Ibu PKK Desa, dengan mendatangkan 2 pemateri yakni, Ibu Sumiarsih selaku Owner UKM SBY Corporation, Kecamatan Sukodadi dan Ahmad Nuruddin selaku desaigner muda. Masing – masing memaparkan materi pengolahan ikan menjadi Nugget sayur dan pengemasan modern. (ID)