" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (182)

PrameswaraFM Lamongan - Pabrik suku cadang (sparepart) sepeda motor yang berlokasi di Jalan Raya Lamongan - Gresik KM.40 Desa Rejosari, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, terbakar pada Sabtu (12/09/2020) siang. Gudang pabrik milik PT. Wira Inti Nurmala (PT WIN) terbakar sekitar pukul 10.30 WIB.

Kobaran api yang cukup besar dan dibarengi dengan hembusan angin kencang dari arah timur, membuat api begitu cepat menjalar dan menghanguskan bangunan gudang pabrik tersebut.

Iptu Sri Iswati, Kapolsek Deket mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran yang hampir meludeskan 3 bangunan pabrik.

"Belum tahu pastinya. Yang terpenting karyawan pabrik sudah keluar dan menyelamatkan diri semua," kata Iptu Sri Iswati di lokasi kejadian.

Iptu Sri Iswati juga mengungkapkan, belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian yang dialami PT. WIN Lamongan tersebut.

Petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) butuh waktu 5 jam lebih untuk memadamkan api yang membakar 3 bangunan gudang pabrik dan tidak kurang dari 12 mobil Damkar diterjunkan untuk menangani insiden tersebut.

Sementara Wakapolres Lamongan, Kompol Dies Ferra Ningtias, pihaknya mendatangkan bantuan 2 mobil Damkar dari Bojonegoro dan melibatkan 1 unit mobil water canon dari Polres Lamongan.

“Untuk membantu pemadaman dibutuhkan hingga 12 armada,” ujar Kompol Ferra.

Ferra menambahkan, berdasarkan informasi dari petugas pabrik, api cepat menjalar dan membesar karena di lokasi tersebut banyak bercecer sisa cairan tiner.

“Kerugian Sementara kurang lebih satu triliun,” jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden kebakaran tersebut membuat Klinik Pratama yang bersebelahan dengan PT.WIN ditutup.

Lalu lintas yang menghubungkan wilayah Lamongan - Gresik juga sempat tersendat, karena banyaknya warga yang menyaksikan insiden kebakaran tersebut.(Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Pandemi virus Corona (Covid-19) yang sudah terjadi kurang lebih selama enam bulan ini, sangat berpengaruh terhadap semua lini kehidupan, salah satunya dalam proses belajar para siswa, khususnya di Lamongan.

Mendapati hal tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lamongan membuat terobosan untuk memudahkan dunia pendidikan dalam kendala proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Bekerja sama dengan Smart Foundation dan penyedia aplikasi Jagoapa, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan meluncurkan program Jago Sinau, yang diklaim akan membantu memudahkan proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Jago Sinau adalah gerakan belajar online bagi para pelajar di Lamongan melalui aplikasi “Jagoapa” yang memungkinkan para pelajar di Lamongan dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Dengan materi pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum dan konteks pendidikan yang ada di Lamongan.

Sebagai bentuk keseriusan Dindik Lamongan, program Jago Sinau tersebut dilaunching pada hari Kamis (10/9/2020) kemarin, oleh Bupati Lamongan, Fadeli di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Adi Suwito dalam sambutannya mengungkapkan, jika materi pembelajaran di Jago Sinau sudah disesuaikan dengan kurikulum dan konteks pendidikan di Lamongan. Pengisi materinya pun 100 persen guru-guru terpilih tingkat SD dan SMP se-Lamongan.

“Siswa memiliki kesempatan yang sama untuk diajar oleh 210 guru pengisi materi, yang telah terverifikasi Dinas Pendidikan," ungkap Adi Suwito.

Dengan diluncurkannya program Jago Sinau, Adi berharap, tidak ada lagi pelajar di Lamongan yang kendala dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), apalagi sampai ada yang tidak belajar.

Bupati Lamongan, Fadeli dalam peresmian program Jago Sinau menuturkan, Jago Sinau merupakan wujud pelaksanaan sekolah tangguh di masa pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya.

“Situasi pandemi Covid-19 yang masih belum tahu kapan berakhirnya. Tentunya ini merupakan salah satu bentuk untuk menjadi sekolah tangguh dan meningkatkan kualitas pendidikan di Lamongan," kata Fadeli.

Fadeli berharap, Jago Sinau bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelajar SD dan SMP di Kabupaten Lamongan.

Sementara Direktur Smart Foundation yang juga inisiator dari Jago Sinau, Deddi Nordiawan mengungkapkan, Jago Sinau bisa menjadi solusi dalam pelaksanaan sistem pembelajaran jarak jauh. Sebab, aplikasi ini diklaim menampilkan materi sesuai kurikulum, lengkap dengan evaluasi pembelajaran.

“Ini momentum, dimana nanti setelah pandemi Covid-19 berakhir, ini akan menjadi model baru pembelajaran, jadi ini momentum Digitalisasi pendidikan,” ungkap Deddi.

Deddi menambahkan, materi yang ditampilkan pada aplikasi Jagoapa sudah lengkap dan terstruktur sesuai dengan kurikulum, sehingga pelajar di Lamongan bisa merasakan pembelajaran seperti saat di kelas. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Dalam beberapa hari terakhir, beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan harimau di kebun binatang Maharani atau Maharani Zoo Lamongan (MAZOOLA) dalam kondisi kurus dan tidak terawat selama pandemi Covid-19.

Koordinator Marketing Maharani Zoo dan Goa Lamongan Juli Tri Wahyuningtyas mengatakan, dengan usia lebih dari 14 tahun, wajar jika harimau tersebut nampak kerempeng. Harimau ini, adalah jenis Harimau Sumatera yang diberi nama ”Baksi” dengan jenis kelamin jantan.

"Jenis Harimau Sumatera dengan usia diperkirakan 14 tahun 3 bulan. Sebelumnya dari KBS dan sebelumnya menghuni Ragunan," kata wanita yang akrab di sapa Juli(10/09/2020).

Juli menyebut, usia harimau jika berada di alam liar biasanya adalah adalah 15 tahun dan jika berada di penangkaran bisa mencapai 20 tahun.

"Usia sudah tua maka wajar jika kondisi metabolisme tubuhnya seperti itu sehingga tidak bisa gemuk," ujarnya.

Terkait pola makan, Juli menyebut kalau masih sama seperti harimau lain yang menjadi koleksi MAZOOLA, yaitu daging sehari 1 kali. Untuk Harimau Sumatera, pengelola memberi makan 5 sampai 8 kilo daging. Daging ini pun, campuran antara daging sapi dengan daging unggas hidup.

"Unggas hidup ini untuk mengasah naluri harimau itu sendiri," ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang BKSDA Wilayah II Gresik, Wiwied Widodo datang langsung ke Maharani Zoo dan Goa Lamongan untuk mengecek kebenaran berita yang tersebar di media sosial tersebut. BKSDA, tidak datang sendiri tapi membawa tim untuk memeriksa secara keseluruhan.

"Ini teman-teman dari BKSDA dibantu tim Wild Rescue Unit (WRU) kemudian ada dokter hewan juga," kata Widodo.

Widodo menyebutkan, Harimau Sumatera yang viral tersebut adalah harimau yang terbilang sangat produktif. Pasalnya, Baksi punya pasangan dan mampu memberikan keturunan 3 ekor harimau yang nama-nama anaknya diberikan oleh Menteri LH, yaitu Rengganis, Raung dan Rani.

Dari pemeriksaan morfologi, nutrisi, pakan dan rekam medis, kesimpulan sementara harimau Baksi ini usianya sudah tua.

"Yang kedua kita sudah cek pola pemberian nutrisi dan juga rekam medis kesehatan dan ternyata track record dari rekam medisnya cukup sehat, pakannya juga diberikan dengan normal," kata Widodo.

Widodo menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penimbangan harimau, untuk mengetahui lebih jauh morfologi harimau ini. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan body scoring yang dilakukan untuk mengetahui perubahan seiring dengan usia.

"Ternyata Harimau Sumatera ini sehat, namun sudah lanjut usia sehingga terlihat kurus jika dilihat dari atas," pungkasnya.

BKSDA juga menyarankan kepada pengelola MAZOOLA untuk menyediakan ruang khusus dan penanganan ekstra mengingat usia Baksi yang sudah tua. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan mengerahkan sebanyak 1.054 petugas sensus penduduk, yang akan diterjunkan ditengah masyarakat pada 1-15 September 2020, untuk melakukan sensus secara offline atau tatap muka. Mereka terdiri atas 38 petugas Task Force (TF), 68 petugas koordinator sensus kecamatan (KOSEKA) dan 948 petugas sensus (PS).

Saat SP online 2020, Kabupaten Lamongan berhasil menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang melampaui target persentase keluarga clean, 106,86 persen. Secara nasional, pemerintah pusat menargetkan sekitar 18 juta keluarga di Indonesia berpartisipasi mensukseskan pelaksanaan SP Online 2020.

Noyo Purwoko, Perwakilan BPS Lamongan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada warga Lamongan karena sudah berpartisipasi demi suksesnya SP 2020.

“ Terimakasih kepada masyarakat Lamongan yang ikut berpartisipasi dalam SP online selama Februari hingga Mei lalu,” ujarnya.

Ditambahkan Noyo, di Kabupaten Lamongan sendiri yang sudah masuk data SP Online 2020 sebanyak 41 persen dari jumlah penduduk di Lamongan dan untuk sisanya akan dilakukan Sensus secara tatap muka.

“ Meski sudah 41 persen penduduk Lamongan yang sudah partrisipasi SP Online, namun pada Sensus offline nantinya petugas akan tetap mendatangi kerumah-rumah seluruh keluarga di Lamongan secara tatap muka,” terangnya.

Sensus penduduk secara tatap muka yang di gelar BPS Lamongan bulan September ini sebelumnya telah di launching oleh Bupati Lamongan, Fadeli pada 1 September lalu.

Diharapkan, masyarakat untuk memberikan data yang benar untuk mendukung suksesnya SP 2020. (Fath)