Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (118)

Berbagai sosialisasi dilakukan untuk memperluas penggunaan aplikasi hasil kerjasama Pemkab Lamongan dan PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) tersebut.

Sekkab Yuhronur Efendi saat Sosialisasi Rencana Program Pembayaran Non Tunai LA Pay di Pendopo Lokatantra mengungkapkan LA Pay ini untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.

“Perkembangan ekonomi global yang juga berdampak bagi perkembangan ekonomi daerah serta percepatan perkembangan teknologi di segala sektor mengharuskan kita mewujudkan sumber daya yang berdaya saing. Oleh karena itu kita juga harus mengajak masyarakat mengenal perkembangan digital salah satunya di bidang keuangan,” ungkap Yuhronur Efendi.

Menurut Yuhronur Efendi, selain memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran dalam bentuk digital, LA Pay  juga bermanfaat memperkut ketahanan ekonomi Lamongan.

“Jadi penggunaan LA Pay ini akan memperkuat ketahanan ekonomi Lamongan. Uang berputar oleh dan untuk masyarakat Lamongan dan hal tersebut akan menggerakkan perekonomian di Kabupaten Lamongan,” jelasnya.

Sementara Direktur Keuangan PT Veritra Sentosa Internasional Deddy Nordiawan mengungkapkan bahwa LA Pay adalah hasil kerjasama antara Paytren dengan Pemkab Lamongan.

Dijelaskan olehnya, jika hanya menggunakan Paytren, maka keuntungan 100 persen akan dimiliki oleh penggunanya.

Sedangkan jika menggunakan LA Pay maka keuntungannya akan dikontribusikan kepada Lamongan. Oleh karena itu masyarakat Lamongan perlu digerakkan untuk menggunakan metode pembayaran digital ini.

“Apalagi Lamongan adalah kabupaten pertama yang mempunyai alat pembayaran digital sendiri di Indonesia,” ungkap Deddy Nordiawan.

Deddy Nordiawan juga mengungkapkan penggunaan LA Pay sangatlah mudah karena rekening yang digunakan hanyalah nomor handphone pengguna.

“Rekening yang digunakan adalah nomor handphone pengguna. Dalam aplikasi yang terpasang pada handphone tersebut, LA Pay dapat digunakan untuk membayar apapun, dari membayar tagihan listrik, PDAM, untuk membayar pembelian makanan, bahkan infaq pada masjid,” ungkap Deddy Nordiawan.

Bupati Fadeli yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Lamongan dengan Paytren. Beliau menginstruksikan kepada seluruh ASN untuk menggunakan LA Pay dan ikut mensosialisasikannya kepada masyarakat.

“Memang memulai itu tidak mudah, tapi jika tidak sekarang kapan lagi. Para ASN ini harus memberikan contoh kepada masyarakat menggunakan LA Pay karena nantinya akan sangat berkontribusi bagi perekonomian Kabupaten Lamongan sendiri,” jelasnya.

Kedepan, Fadeli memiliki rencana agar nanti pembayaran tunjangan atau insentif bagi para ASN disalurkan melalui LA Pay yang berbasis android ini. (ID)
Bupati Fadeli mengungkapkan harapannya Lamongan akan Zero Stunting di Tahun 2020. Hal tersebut disampaikannya dalam Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Ganggangtingan Kecamatan Ngimbang, Selasa (13/8).

Diungkapkan oleh Fadeli, pada tahun 2017 angka stunting di Kabupaten Lamongan mencapai 23 persen, dan turun menjadi 14 persen di tahun 2018. Angka ini kembali turun menjadi 9 persen di awal tahun 2019.

“Di akhir tahun 2019 nanti, ditargetkan turun menjadi 5%, sehingga pada tahun 2020 Lamongan akan Zero Stunting,” kata Fadeli.

Meski angkanya terus turun, namun dia cukup prihatin dengan masih adanya stunting di Lamongan. Terutama karena Kabupaten Lamongan adalah penghasil ikan terbesar di Jawa Timur.

Produksi ikan Lamongan di setiap tahunnya tidak kurang dari 130 ribu ton. Namun angka konsumsi ikan hanya 45,82 kilogram per kapita per tahun. “Seharusnya bisa lebih dari itu,” jelasnya.

Dia meyakini, dengan kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, TP PKK, kader posyandu dan tim medis, target zero stunting di tahun 2020 akan tercapai.

Sementara Direktur Pemasaran Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Perikanan dan Kelautan Kementrian Kelautan dan Perikanan Mahfud mengungkapkan bahwa angka stunting di Indonesia sangat mengkhawatirkan, yakni 36 persen.

“Artinya tiap 3 kelahiran ada 1 bayi yang stunting, dan itu sangat mengkhawatirkan,” ungkap Mahfud.

Menurutnya, salah satu cara untuk menangani stunting yakni dengan mengkonsumsi ikan. Karena ikan mengandung protein dan omega 3 yang baik untuk mencegah stunting.

“Angka konsumsi ikan di Indonesia masih 50,69 kilogram per kapita per tahun. Ini masih jauh dari Jepang dan Korea yang mencapai 70 kilogram per kapita per tahun”, Jelas Mahfud.

Sedangkan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan MS Heruwidi mengungkapkan bahwa Safari Gemarikan ini diagendakan di 23 propinsi di Indonesia.

Safari ini di Jawa Timur hanya dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Lamongan dan Sumenep. Di Kabupaten Lamongan sasarannya adalah Desa Gagangtingan dan Desa Durikedungjero Kecamatan Ngimbang serta Desa Plososetro dan Desa Paji Kecamatan Pucuk.

“Angka stunting di Desa Ganggangtingan sebelumnya sebanyak 37anak. Namun berkat kerja keras semua pihak, saat ini sudah turun menjadi 8 anak. Sedangkan di Desa Durikedungjero yang sebelumnya 36 anak stunting, saat ini turun menjadi 10 anak,” ungkap Heruwidi.(ID)
Apel Besar Hari Pramuka ke 58 Tahun 2019 di Alun-alun Lamongan berlangsung khidmat, Rabu (14/8). Bupati Fadeli selaku pembina apel menghimbau kepada seluruh anggota pramuka untuk memupuk kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Itu dikatakannya saat membacakan sambutan Ketua Kwarnas Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso. Wujud kecintaan itu menurut dia bisa diwujudkan dalam banyak aspek kehidupan.

Seperti keberpihakan kepada petani. Bisa dilakukan dengan terus bertekad tidak mengonsumsi produk pertanian dan pangan impor, dan beralih kepada produk lokal.

“Ini merupakan wujud kecintaan segenap anggota pramuka kepada NKRI dan para petani Indonesia,” ujarnya.

Karena di satu sisi, globalisasi memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan pangan. Namun di sisi lain globalisasi bisa pula mengancam keberlangsungan nasib petani.

Dia melihat ketergantungan yang tinggi pada impor menyebabkan ketahanan nasional bangsa Indonesia sangat bergantung kepada negara lain.

Mengakhiri sambutannya, dia mengajak semua pihak untuk memiliki kesamaan cara pandang dan bahasa dalam menyikapi berbagai permasalahan. Khususnya hal-hal yang mencakup keutuhan NKRI, menjadi bagian penting yang seharusnya selalu diperhatikan.

Fadeli menutup acara dengan menyerahkan tujuh penghargaan Pancawarsa. Diantaranya untuk kategori Pancawarsa VI untuk Kepala Dispora M. Muhadjir, Kepsek SMKN 1 Lamongan Bambang Didik, Camat Brondong Sariono, dan Utomo.

Sedangkan Pancawarsa V diberikan kepada Yayuk Setia Rahayu dan Sri Utami. (ID)
Angka pengangguran di Kabupaten Lamongan Jawa Timur masih cukup tinggi, mencapai 20.600 orang.

Pengangguran sebanyak itu, menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan, Hamdani Azhari tergolong cukup tinggi.

Upaya untuk mengurangi pengangguran, Disnaker intens menggelar pelatihan - pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker.

"Pelatihan berbasis kompetensi dan masyarakat di antaranya, hand skill yang berlangsung selama 30-36 hari," kata Hamdani, Minggu (11/8/2019).

Pelatihan service kendaraan roda dua, mobil, pengelasan, menjahit, prosesing tata boga, pertukangan, teknologi mekanikal terus dilakukan.

Lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Lamongan selama ini juga sangat banyak yang diserap di sejumlah perusahaan.

Dari sebanyak 472 orang yang ikut pelatihan di Disnaker, sudah banyak yang diserap sejumlah entrepreneur." Ya sekitar kurang lebih 2,0 persen," katanya.

Hamdani bergarap melalui usaha keras Disnaker, melalui pelatihan - pelatihan akan cenderung menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Lamongan.

Terdata, pada 2017, angka pengangguran sebesar 4,12 persen atau 26.300 orang, turun menjadi 20.600 orang atau 3,17 persen pada tahun 2018.

Jumlah pengangguran yang masih tinggi ini disebabkan karena peluang dan lowongan kerja yang terbatas dan juga jumlah lowongan yang disediakan memang banyak yang tidak sesuai dengan kejuruan lulusan sekolah atau sarjana para pencari kerja.

Selain itu lulusan baru dari SMA/SMK setiap tahun lebih banyak daripada serapan tenaga kerja," katanya

Faktor lain menurut Hamdani adalah masih ada rasa gengsi dan tidak optimalnya para lulusan saat sudah mendapatkan kerja.

"Mereka berharap dengan pekerjaan yang tak terlalu berat namun dengan gaji yang besar," katanya.

Sementara untuk menekan angka pengangguran yang terus bertambah ini, Disnaker Lamongan berupaya membuka lowongan pekerjaan.

Salah satunya, sesering mungkin menggelar bursa kerja, melalui job market fair mini yang diselenggarakan di lembaga-lembaga sekolah.

Hamdani menjelaskan dengan job market fair mini ini, mereka para lulusan sekolah yang berada di lingkungan penyelenggaraan job market fair bisa mencari peluang kerja yang sesuai dengan kejuruan mereka dan tidak perlu jauh-jauh mencari kerja.

Job market fair mini ini melibatkan sejumlah perusahaan besar yang setiap tahunnya selalu membuka peluang kerja bagi lulusan sekolah kejuruan maupun lulusan umum.

Rata-rata mereka yang mengikuti job market fair kadang diterima bekerja sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan. (HM)