" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (132)

Kejadian perkara dugaan meninggal dunia sepasang suami istri karena lilitan kabel listrik dan gantung diri di rumah Sdr. Njamin alamat Desa Mertani Rt.003 Rw.002 Kec. Karanggeneng Kab. Lamongan. Pada hari Rabu tanggal 03 Juni 2020 sekira jam 13.00 wib, korban JARWATI datang ke rumah Sdr. Njamin dgn diantar SUSIANA, selanjutnya bertemu dgn Sdr. WARNO Sekitar jam 15.00 Wib, Sdr. Njamin melihat tukang yg mengerjakan renovasi mushola.

Sekitar jam 16.45 Wib Sdr. NJAMIN pulang ke rumah melihat Sdr. WARNO (KORBAN 1) sudah dalam kondisi leher tergantung di tangga rumah dengan menggunakan sarung dan serbet dalam keadaan meninggal dunia. Setelah itu Sdr. NJAMIN melihat Sdri. JARWATI (KORBAN 2) di dalam kamar sebelah selatan dalam posisi tidur miring ke kanan dengan leher terlilit kabel kipas angin.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang mengetahui sebelum terjadinya kedua korban meninggal dunia dan barang bukti yang ada, kesimpulan sementara bahwa korban WARNO membunuh korban JARWATI dengan menggunakan kabel kipas angin dan kaos warna hitam selanjutnya korban WARNO gantung diri di tangga rumah dengan menggunakan sarung.

Lamongan - Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran mengunjungi  Kampung Tangguh Kelurahan Tanggap Covid - 19 di Komplek Perumahan Jetis Indah, Lamongan, Senin (1/6/2020) petang.

Kapolda melihat dari dekat sarana dan prasarana di Kampung Tangguh sekaligus menyerahkan bantuan dari Kapolri, beras  250 kilogram, 20 kardus mie instan, dan 60 liter minyak goreng.

Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran berharap, kampung tangguh di Lamongan diharapkan bisa menjadi role model bagi yang lain.

Dikatakan oleh Kapolda, keberadaan kampung tangguh salah satunya untuk tracing dan testing lebih mudah karena ada dukungan dari masyarakat.

Kapolda menambahkan, pihaknya mengacungi jempol terhadap respon dari Bupati Lamongan dan Pemkab Lamongan yang telah mereplikasi program tangguh yang digagas Polda Jatim ini di 38 desa di Lamongan. Kapolda juga berharap agar tidak hanya Lamongan saja yang mereplikasi program ini tapi semua daerah bisa menerapkan program kampung tangguh ini.

Salah satu Kampung Tangguh, Desa Tanggap COVID-19 di Kelurahan Jetis indah dikunjungi orang nomor satu di Polda Jatim. Berbagai fasilitas penunjang ditinjau Kapolda bersama Bupati Fadeli, Kapolres Lamongan AKBP Harun, Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono dan jajaran GTPPC Lamongan.

Sebelum meninjau sarana prasana, orang nomor satu di Polda Jatim ini mendengarkan paparan Kapolres Lamongan, AKBP Harun seputar perkembangan Covid - 19, penanganan, sampai tracking yang dilakukan bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Lamongan.

Diungkapkannya bahwa yang berkembang adalah klaster nelayan dan pekerja pulang pergi.

"Di TPI menjadi klaster nelayan, dan juga klaster pekerja pulang pergi, " kata Harun. 

Menyikapi perkembangan bertambahnya penderita Covid -19, Harun melaporkan telah melakukan berbagai upaya di antaranya, membentuk kampung tangguh kelurahan atau desa tanggap.

Untuk kampung tangguh ini bahkan sudah berkembang di 38 desa dari semula hanya 4 desa.

"Bahkan ini didukung dengan SK Bupati Lamongan," katanya.

Tak hanya itu, menurut Harun, selain di SK-kan juga adanya anggaran yang dialokasikan lewat APBD.
Seluruh calon Kepala Desa (Cakades) dari 385 desa se-Kabupaten Lamongan, Kamis (05/09/2019) menandatangani deklarasi damai di Pendopo Lokatantra.

Penandatanganan deklarasi tersebut juga diketahui oleh jajaran forkopimda dan forkopimcam dalam upaya menghilangkan konflik (zero conflict) saat penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)

“Sebenarnya deklarasi damai sudah pernah dilaksanakan di masing-masing wilayah cakades, baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan,”kata Bupati Fadeli,SH,MM kepada sejumlah awak media.

Fadeli menyampaikan, deklarasi kali ini terselenggara berkat aspirasi yang berhasil ditampung dari masyarakat dan seluruh cakades dengan tujuan mengantisipasi beberapa hal yang tidak diinginkan setiap tahapan proses Pilkades.

Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan deklarasi damai ini menjadi salah satu upaya mencegah terjadinya konflik. Menurutnya, berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Polres Lamongan, ada 83 desa yang dinilai memiliki potensi terjadinya konflik sehingga harus mendapatkan perhatian khusus.

"Ada 83 desa yang akan kita fokuskan untuk maksimalkan dan akan kita profiling kembali menjelang pelaksanaan pilkadesnya," kata Feby seusai deklarasi damai di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan, Kamis (5/9/2019).

Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli menyayangkan sebagian cakades tidak ikut serta dalam deklarasi damai ini. Fadeli menyebut cakades yang tidak mengikuti deklarasi damai berarti belum siap menang. "Dari 897 calon, tidak semuanya hadir, hampir setiap kecamatan ada yang tidak hadir. Yang tidak hadir ini berarti belum siap menang. Justru yang hadir ini adalah ksatria, yang benar-benar memahami demokrasi," tambahnya.

Fadeli berpesan kepada cakades yang hadir agar bersaing secara sehat dan tetap menjaga keutuhan di kalangan masyarakat. "Saya melihat semangat untuk tetap kompak, guyub, rukun. Insyaallah nanti pelaksanaannya tetap aman dan sukses," harapnya. (ID)
Bupati Fadeli mengungkapkan harapan besar kepada seluruh Pramuka untuk dapat menjadi pelopor peningkatan ekonomi di tingkat desa.

Hal itu disampaikannya saat membuka Orientasi Kepramukaan Bagi Pengurus dan Andalan Cabang, Mabiran, Kwarran, Gugus Depan dan Satuan Karya Kwartir Cabang Lamongan Tahun 2019 di Pendopo Lokatantra, Rabu (4/9).

“Saya minta bantuan kepada seluruh pengurus maupun anggota pramuka khususnya peningkatan ekonomi di tingkat desa. Dana desa yang dikucurkan itu jangan sampai salah sasaran,” ujar Fadeli.

Selain itu Fadeli juga belum melihat program Warung LA (Warla) berjalan dengan maksimal. Padahal dia berharap dengan adanya Warla di setiap desa, dapat meningkatkan ekonomi warga desa.

“Tahun ini Warla belum berjalan dengan baik. Padahal tujuan pendirian Warla ini agar pertukaran uang tetap ada di desa, sehingga uang yang ada didesa tidak dibawa ke pertokoan-pertokoan besar,” imbuhnya.

Sementara itu Sekkab Yuhronur Efendi yang juga Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Lamongan menegaskan orientasi itu dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pramuka sebagai pemimpin. Tidak hanya di kelompoknya, namun di lingkungan tempat tinggalnya juga.

“Sebagai salah satu rangkaian acara pramuka ke 58, orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan pramuka. Selain tentunya untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kepramukaan bagi seluruh pengurus serta anggota pramuka diseluruh Lamongan,” ungkapnya.

Acara yang dinarasumberi oleh Prof. Dr. Suyatno ini diikuti sebanyak 540 orang. Yang terdiri dari Kamabigus tingkat SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK/MA serta Pimpinan Saka. (*)