" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (132)

Lamongan, Bupati Fadeli menuntaskan janjinya, untuk memberi hadiah umroh bagi peraih medali emas Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Jawa Timur XXVII 2017. Sebanyak empat hadiah umroh dia berikan saat membuka Workshop Hafidz dan Hafidzoh Lamongan Menghafal Al Qur’an di Pendopo Lokatantra, (22/11).

Lamongan meraih dua medali emas dalam MTQ yang berlangsung di Kabupaten Pasuruan tersebut. Sementara hadiah umroh yang diberikan ada empat, karena periah emas cabang Syarhil Qur’an adalah beregu.

Regu ini beranggotakan tiga orang, yakni Dinnatul Lailiyah, Alfinatuzzaahroh, dan Mas Rifqiyah Maulana Al Fisyah. Sedangkan emas lainnya diraih oleh Sawabila Irfanah dari cabang lomba Hifzh Al Qur’an golongan 10 juz dan tilawah hafidzah.

Untuk periah terbaik I dan seterusnya dalam MTQ Jatim, mendapat bonus berupa uang pembinaan.

“Kedepan harus bisa meraih emas (MTQ) nasional. Kalau nanti bisa meraih emas nasional, hadiahnya bukan umroh lagi, tapi berangkat haji,” ujar Fadeli.

Syaratnya untuk itu menurut dia hanya satu, harus ada pembinaan sejak dini. Jangan mau ada MTQ baru lakukan pembinaan.

“Baiknya, mulai sekrang, sejak MTQ berakhir, sudah lakukan pembinaan lagi. Terutama untuk menjaring bibit-bibit baru, kader tilawah Lamongan,” pesan dia.

Menurut dia itu seharusnya tidak susah dilakukan. Karena sejak dilaunchingnya Gerakan Lamongan Menghafal (GLM) 2015 lalu, komunitas dan rumah-rumah hafidz tumbuh subur.

Dia menyampaikan akan memberikan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan bbidang tilawah di Lamongan.

“Silahkan gunakan pendopo ini untuk semua kegiatan tilawah. Seperti yang hari ini dilakukan dengan memberikan workshop bagi hafidz dan hafidzoh,” katanya menambahkan.

Workshop petang itu juga mengahdirkan salah satu penggagas GLM, Doddi Nordiawan untuk memberikan motivasi bagi hafidz dan hafidzoh.

Lamongan, Tahun ini ada enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) baru yang diajukan. Rinciannya, 3 Raperda dari eksekutif dan tiga Raperda merupakan inisiatif DPRD Lamongan.

Itu terungkap dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD yang membahas Nota Penjelasan atas enam Raperda, Rabu (22/11).

Seperti diungkapkan Bupati Fadeli dalam nota penjelasannya, ketiga Raperda tersebut adalah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021.

Kemudian Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2017-2037, dan Raperda tentang Pencabutan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 27 Tahun 2010 tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan.

Dikatakan olehnya, perlu ada penyesuaian RPJMD dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil review Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Juga untuk menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan.

Sedangkan terkait Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2017-2037, Fadeli menjelaskan itu dimaksudkan sebagai dokumen perencanaan. Didalamnya memuat tentang potensi dan masalah lingkungan hidup, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurun waktu tertentu.

Selanjutnya untuk Raperda tentang Pencabutan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 27 Tahun 2010 tentang Retribusi Izin Usaha Perikanan, ini merupakan bagian dari delapan Perda Kabupaten Lamongan yang harus dibatalkan karena dianggap menghambat investasi.

Tujuah Perda lainnya sudah dibatalkan. Yakni tentang Penatausahaan Hasil Hutan Hak di Kabupaten Lamongan, Kepelabuhan, Izin Usaha Ketenagalistrikan, Retribusi Pelayanan Kepelabuhan, Izin Usaha Pertambangan, serta Perda tentang Pengerukan dan Reklamasi di Kabupaten Lamongan dan Perda tentang Pengelolaan Air Tanah.

“Sejatinya meski Perda ini baru akan dibatalkan, namun dalam pelaksanaannya pemerintah daerah telah menghentikan pelaksanaan Perda tersebut melalui Surat Edaran Nomor : 188.34/241/413.013/2016 tertanggal 14 Juli 2016,” jelas Fadeli.

Sementara tiga Raperda Inisisatif DPRD  yakni Raperda tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah, Raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan dan Raperda tentang Lembaga Kemasayarakat Desa.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan, Imam Ghozali melantik 135 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Rabu (22/11). Mereka akan bertugas untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  Jawa Timur Tahun 2018.

Dengan komposisi jumlah PPK tersebut, di setiap kecamatana kan ada lima orang yang bertugas dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  Jawa Timur Tahun 2018.

Sesuai dengan Surat Keputusan Ketua KPU, tugas Anggota PPK adalah sejak mulai dilantik dan berakhir 2 bulan setelah hari pemungutan suara. Mereka adalah hasil seleksi dari 405 orang pendaftar.

Dalam sambutannya, Imam Ghozali menggarisbawahi soal keakuratan data pemilih. Karena itu selalu menjadi isu seksi pada setiap pemilihan umum.

“Dengan koordinasi yang baik dengan muspika, tidak akan terjadi miss komunikasi,” pesan Imam Ghozali.

Sementara itu Bupati Fadeli dalam sambutannya menekankan jangan sampai gelaran pemilihan umum mengganggu kondusifitas daerah.

“Lamongan harus tetap kondusif dan aman. Agar program-program pembangunan tetap berjalan lancar seiring dengan suksesnya pemilihan umum,” ujar Fadeli.

Bupati Fadeli menargetkan air PDAM bakal sudah mulai normal pada Rabu malam (15/11). Itu ditegaskannya saat melihat progress perbaikan pipa di depan Dinas Sosial Lamongan, Selasa (14/11).

Distribusi air bersih PDAM sudah mengalami gangguan sejak 20 Oktober lalu. Ketika pipa utamanya yang melintas dibawah jalan nasional, tepatnya dibawah perlintasan rel kereta api Terminal Lamongan jebol akibat dimakan usia.

Praktis sejak itu pelanggan PDAM di sisi timur Terminal Lamongan tidak bisa mengakses air bersih PDAM hingga sekarang.

Setelah melalui banyak petimbangan, PDAM akhirnya memutuskan membuat jalur perpipaan baru, alih-alih memperbaiki pipa yang melintas dibawah jalan nasional.

Jalur baru itu memanjang ke arah barat, kemudian melintas hingga di depan Dinas Sosial Lamongan.

“Saya sampaikan mohon ma’af, karena sampai saat ini masih harus diperbaiki,” kata Fadeli mengawali keterangannya usai melihat perbaikan pipa PDAM.

Dia mengatakan prosesnya memang harus panjang, karena jalurnya memotong jalan nasional. Jika dipaksakan diperbaiki, akan memakan waktu yang lebih lama lagi.

Dia berharap hasil perbaikan itu sudah membuat air kembali normal pada besok malam (Rabu malam).

“Mudah-mudahan tidak ada masalah. Tadi malam sebenarnya sudah selesai. Namun saat diujicoba dengan tekanan yang cukup besar, karet penyambungnya tidak mampu menahan,” katanya menjelaskan.

Sekarang karet sambungan itu sudah diperbaiki, dan sudah bisa dialiri air. “Namun diisi dengan tekanan yang pelan dulu. Baru mulai nanti malam diisi air dengan tekanan maksimal.

“Pipa-pipa baru ini perlu proses pengisian air dulu. Sehingga belum bisa langsung terlihat manfaatnya. Insya Allah besok malam (Rabu malam), air PDAM sudah mulai normal seperti sedia kala,” katanya menambahkan.

Kedepan, dia meminta PDAM memikirkan solusi agar kejadian serupa tidak terulang. Karena pipa PDAM di perkotaan sudah tua dan rawan mengalami musibah yang sama.

Selama melihat perbaikan pipa itu, Fadeli didampingi Sekkab Yuhronur Efendi, Inspektur pada Inspektorat Lamongan Agus Suyanto, Sekwan Aris Wibawa, Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan dan Kabag Teknik PDAM M Ali Mahfudi.