Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (118)

Lamongan, Bupati Fadeli mewanti-wanti investor yang mendirikan perusahaan pengolahan di Lamongan agar menomorsatukan pelestarian lingkungan hidup. Meski saat ini Pemkab Lamongan tengah getol mendatangkan investor ke Kota Soto tersebut.

Fadeli mengawasi sendiri, memastikan bahwa industri pengolahan di Lamongan telah menerapkan pengolahan limbah dengan benar. Salah satunya yang disidak sendiri olehnya adalah PT Bumi Menara Internusa (BMI), Senin (2/10).

Perusahaan pengolahan hasil laut yang berada di Kecamatan Deket itu menunjukkan fasilitas pengolahan limbahnya bekerja maksimal kepada Fadeli dan rombongan. Termasuk memperlihatkan air hasil pengolahan limbah yang bisa menjadi habitat hidup ikan.

“Lamongan memang sedang getol memberikan berbagai fasilitas agar investor mau menanamkan modal di Lamongan sehingga bisa memberi kesejahteraan. Namun bukan berarti perusahaan ini bisa tidak peduli dengan pelestarian lingkungan hidup,” ujarnya saat didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Fahrudin Ali Fikri dan Direktur PDAM M Maksum.

Karena itu di berharap industri pengolahan lain agar menerapkan pengolahn limbah yang benar. Sehingga perusahannya jalan, masyarakatnya sejahtera dan lingkungannya tetap terjaga.

PT BMI ini memang memiliki potensi limbah cair yang jika tidak dioalah dengan benar bisa mencemari lingkungan. Setiap hari, perusahaan yang menyerap 3 ribu tenaga kerja lokal ini membutuhkan 80 ton udang.

Di sisi lain, investor pengolahan ikan ini menunjukkan promosi yang dilakukan Pemkab Lamongan agar investasi yang masuk sesuai dengn sektor unggulan Lamongan cukup sukses. Lamongan memproduksi ikan lebih dari 1 juta ton setiap tahunnya.

Saat ini investasi baru sedang digiring pada pengolahan pertanian, terutama jagung. Karena produksi jagung Lamongan menunjukkan lompatan usai diterapkannya pertanian modern secara masif.

Tahun lalu, total produksi jagung baru di angka 372.162 ton. Sedangkan sampai dengan Agustus 2017, produksi jagung sudah melebihi 500 ribu ton.

Sejak 2011, realisasi invetasi di Lamongan melalui skema Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) sudah menembus angka Rp 23, 2 triliun.

Seluruh desa dan kelurahan di Lamongan tahun ini bakal memiliki peta admisnitrasi secara Kartometrik. Ini adalah metode pemetaan dengan metode partisipatif yang kemudian disajikan dengan citra satelit beresolusi tinggi.

Lamongan menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang mendapat fasilitas bantuan guna penataan batas wilayah administrasi dari Badan Informasi Geospasial (BIG).  Terkait itu, dilakukan sosialisasi kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Lamongan tentang Delineasi Batas Wilayah Administrasi Desa / Kelurahan Secara Kartometrik di Pendopo Lokatantra, Selasa (17/10).

Kepala Bidang Pemetaan Batas Wilayah dan Administrasi Pusat BIG Eko Artanto menyebutkan bahwa batas administrasi wilayah sangatlah penting, terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu akan sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang menyertainya. "Untuk itu perlu ditata dengan baik dan bertanggung jawab, agar dapat tercipta tertib administrasi pemerintahan," ungkap Ir. Eko Artanto.

Bupati Fadeli yang hadir merasa sangat antusias dengan adanya bantuan yang diberikan BIG. Karena besarnya manfaat ayang akan didapatkan.

"Diharapkan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah yang hadir untuk memperhatikan sosialisasi ini. Jangan sampai nanti saat batas wilayah sudah ditetapkan terjadi masalah," pesan Fadeli.

Dia memberikan masukan kepada BIG, agar dalam pemetaan nanti juga menyajikan informasi terkait fasilitas umum yang tersedia pada tiap desa.

"Saya berharap nantinya selain menetapkan batas wilayah, BIG juga memberi tanda terkait adanya fasilitas umum. Seperti sarana dan prasarana kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan sarana prasarana pendidikan seperti sekolahan, maupun tempat ibadah," katanya menjelaskan.

Dia menaruh harapan besar, pemetaan batas wilayah hasil dari BIG itu akan mengurangi gesekan yang terjadi antar desa.

"Jadi setelah batas wilayah ini ditetapkan diharapkan tidak lagi terjadi gesekan ataupun keributan antar desa yang mengklaim terhadap wilayahnya," katanya mengakhiri.

Metode pemetaan kartometrik ini melakukan penelusuran garis batas posisi titik, maupun luas cakupan wilayah menggunakan berbagai peta yang tersedia.

Selain itu dilakukan dengan pemetaan partisipatif. Yakni dengan melibatkan perangkat pemerintahan dan masyarakat.

Pemetaan ini juga melibatkan penggunaan citra satelit beresolusi tinggi dan batas desa/kelurahan dari Badan Koordinasi Survey dan  Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang diverifikasikan di lapangan.

Page 30 of 30