" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (192)

PrameswaraFM Lamongan - Bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 yang diperingati setiap tanggal 25 November. Salah satu hal penting yang tidak bisa dilupakan dari sebuah proses pembelajaran adalah literasi.

Literasi merupakan hal penting sebagai pokok pijakan dalam melakukan sesuatu. Hal tersebut diungkapkan oleh Alang Khoirudin, Ketua Forum Penulis Pegiat Literasi Kabupaten Lamongan.

Alang menambahkan, bagi seorang guru literasi adalah hal wajib yang harus dimiliki oleh setiap guru.

“Seorang guru yang berhenti melakukan pembacaan, tidak mau menulis dan belajar, ia pada dasarnya sudah berhenti menjadi orang yang berilmu,” ungkapnya.

Kasus seperti ini sering kita jumpai, dimana setelah seseorang selesai menempuh pendidikan atau mendapatkan gelar sarjana atau menjadi seorang guru, lalu ia berhenti untuk membaca dan menulis lagi adalah hal yang keliru.

“Membaca terutama, apapun profesinya seharusnya menjadi sebuah kebutuhan, karena siapapun kita, apapun profesi kita, dengan kita suka membaca dan menambah ilmu pengetahuan, itu akan meningkatkan taraf hidup kita masing-masing dan dalam bidang kita masing-masing,” tambahnya.

Bayangkan, jika seorang guru saja tidak telaten dan terbiasa membaca, lantas bagaimana dengan murid-muridnya?

Sejalan dengan peringatan HGN 2020 tahun ini, dimana dalam literasi terdapat kemajuan yang cukup besar dalam bidang pendidikan, dimana orang-orang mulai “melek” literasi. Dimana dalam artiannya literasi diartikan bukan hanya dalam kemauan dan kemampuan menulis dan membaca saja, tetapi merupakan seperangkat kemampuan untuk bagaimana memahami, menganalisis sesuatu agar mendapatkan keberhasilan dari sesuatu yang ingin dicapai tersebut.

“Guru jika kurang dalam membaca, maka pembelajarannya pun akan kurang kreatif, minim referensi dan akibatnya para murid pun akan jenuh,” imbuhnya.

Dalam momentum HGN 2020 ini, Alang juga berharap dimana kesejahteraan guru juga perlu diperhatikan. “Dari segi finansial, juga bagaimana cara menghargai guru dari sisi ekonomi, peningkatan mutu guru, hal-hal yang berkaitan dengan kurikulum pembelajaran,” harapnya.

Ditambahkan oleh Alang, masalah formalitas administrasi yang terlalu berbelit, seyogyanya oleh pemangku kebijakan tidak dipersulit, agar para guru bisa lebih fokus pada pengajarannya. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang sudah berlangsung selama 7 bulan terakhir membuat semua lini kehidupan seakan mati suri, salah satunya adalah sektor pendidikan. Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2020, Radio Prameswara Lamongan menggelar Radio Talkshow dengan tema “Guru, Literasi, dan Peradaban” pada Rabu 25/11/2020.

Chusnu Yuli Setya, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan yang menjadi salah satu pemateri dalam radio talkshow mengatakan, peranan guru sangatlah penting dalam proses pembelajaran siswa dalam situasi pandemi seperti sekarang ini yang dilakukan secara daring.

Menurutnya, Kabupaten Lamongan sendiri sudah siap menjadi percontohan Nasional pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru 2021 nanti.

“Kita sudah siap terbukti sekolah-sekolah juga sudah melakukan simulasi pembelajaran tatap muka dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini,” tegasnya.

Chusnu juga menambahkan pada peringatan HGN 2020 ini, pentingnya guru “melek” literasi untuk menyiapkan para siswanya dengan sistem pembelajaran Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) untuk mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

“Yang terpenting saat ini, para guru menyiapkan para siswanya dengan literasi pembelajaran model AKM dimana program ini sudah berbasis dengan program of International Student Assesment,” tambahnya.

Chusnu juga berpesan dalam HGN 2020 ini, meskipun dalam masa pandemi tidak mengendorkan semangat para guru untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Selamat Hari Guru Nasional, semoga pandemi tidak menyurutkan semangat para Guru untuk terus mengabdi dan meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Lamongan,” harapnya.

Sementara itu Mahfud Aly, salah satu guru berharap dalam momentum HGN 2020 ini, pihak pemerintah lebih memperhatikan peranan guru, terlebih guru honorer yang memiliki peranan penting di sekolah. “Guru honorer perannya sangat vital disekolah, jadi semoga pemerintah lebih memperhatikan nasib mereka,” harapnya.

Aly sapaan akrabnya menambahkan, dirinya juga mengapresiasi program pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang dianggap membantu para guru honorer mendapatkan hak mereka. “Alhamdulillah, semoga peranan guru bisa lebih maksimal dengan program PPPK tersebut,” pungkasnya. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Pelaksanaan pilkada serentak tinggal menghitung hari. Dinas komunikasi dan informatika (KOMINFO) Provinsi Jawa Timur menggelar radio talkshow dengan mengambil tema “Peran pemerintah daerah dalam menyukseskan pilkada serentak 2020" pada Senin(23/11/2020).

Divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM, KPU Kabupaten Lamongan Khoirul Anam, saat menjadi narasumber talkshow di radio Prameswara mengatakan, meskipun wabah pandemi Covid-19 ini belum berakhir dan belum ada yang tau sampai kapan akan berakhir, KPU Kabupaten Lamongan tetap akan menggelar pilkada karena memang sudah menjadi aturan dari KPU RI.

" Kami di KPU Lamongan sebagai instrumen penyelenggara, hanya bisa tunduk dan patuh pada kepastian hukum perundang-undangan dalam hal ini terkait pilkada yang diputuskan KPU RI, dengan target Nasional angka partisipan pemilih sebesar 77,5%," terang pria yang akrab disapa Anam ini.

Anam juga mengungkapkan, untuk target partisipan pemilih di kab. Lamongan sendiri KPU menargetkan sebesar 61% partisipan pemilih namun akan di breakdown lagi ketingkatan desa, sehingga mendorong PPK untuk terus mensosialisasikan hingga ketingkat desa.

" Target 61% dari angka partisipan dan yang mejadi perhatian adalah wilayah basis nelayan seperti Brondong dan Paciran, wilayah perantauan seperti Sekaran, Karangbinangun, Deket dan Babat yang banyak keluar kota serta wilayah Solokuro dan sekitarnya yang menjadi basis TKI," ungkapnya kepada radio Prameswara.

Ditambahkan oleh Anam, untuk para pemilih nantinya sudah disiapkan regulasi mulai dari saat pemilih datang ke TPS hingga kembali kerumah masing-masing.

" Pemilih sebelum datang ke TPS harus menggunakan masker dan membawa bolpoin sendiri untuk mengisi daftar hadir, kemudian saat di TPS juga sudah disediakan peralatan protokol seperti handsanitizer dan tempat cuci tangan," tambahnya.

Saat di TPS nantinya para pemilih juga diberi sarung tangan dan bilik suara pun akan rutin disemprot cairan disinfektan saat selesai digunakan.

Sementara itu M. Rois kabid kajian strategis Bakesbangpol Kabupaten Lamongan menambahkan, pihaknya juga telah melakukan berbagai sosialisasi dengan stakeholder terkait dan para parpol pengusung serta masyarakat, tentang pemilu damai sehingga pemilu tetap akan dilaksanakan ditengah pandemi covid-19 saat ini.

"Bakesbangpol rutin melakukan sosialisasi, serta akan dilakukan deklarasi Pemilu sehat sebagai wujud sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemilu ini harus tetap dilaksanakan dalam masa pandemi," tambahnya.

Rois juga berharap nantinya pilkada di lamongan berlangsung aman dan damai sesuai slogan pilkada yakni 2020 lamongan ayem tentrem.

" Semoga pilkada nanti berlangsung aman dan damai, perbedaan pilihan bukan alasan permusuhan karena kita semua adalah saudara, sehingga terwujud pilkada yang ayem, tentrem dan sehat di Kabupaten Lamongan," pungkasnya. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Kursi kepemimpinan di Polres Lamongan berganti. Berdasarkan telegram dari Kapolri bernomor ST/3222/XI/KEP./2020, Kapolres Lamongan, AKBP Harun menempati jabatan barunya sebagai Kapolres Bogor, Jawa Barat.

Sedangkan posisi Kapolres Lamongan digantikan AKBP Miko Indrayana. Sebelumnya, dia menjabat Kapolres Kota Kediri. AKBP Harun mengatakan dirinya sudah menjabat sekitar sebelas bulan. Banyak kenangan selama menjalankan tugas memimpin Kepolisian di Lamongan.

AKBP Harun menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan di Lamongan secara bagus bakal dikembangkan di wilayah kerjanya yang baru. Khususnya terkait pandemi Covid-19. AKBP Harun mencontohkan kampung tangguh, desa tangguh, pesantren tangguh, dan mall tangguh.

“Tentunya semua akan diterapkan di wilayah Kota Bogor nantinya guna menekan angka Covid-19,” ujarnya.

Menurut AKBP Harun, baru di Lamongan dirinya mengetahui kehidupan dunia pertanian dengan dua kali tambak dan sekali padi selama setahun.

“Orang-orang yang ada di Lamongan ini sangat baik-baik, makanannya juga enak-enak dan juga alamnya sangat mendukung, mulai dari hutan, laut hingga tambak,” tambahnya.

AKBP Harun juga menyukai makanan khas Lamongan seperti tahu campur dan soto ayam.

“Yang masih melekat sampai sekarang, bahkan bisa dianggap kangen adalah makanan tahu campur,” pungkas Kapolres kelahiran Kota Rembang ini.(Fath)
Page 1 of 48