" />
" /> Sekitar Lamongan

Now playing

Sekitar Lamongan

Sekitar Lamongan (195)

PrameswaraFM Lamongan - Mengantisipasi perayaan Natal dan Tahun Baru (NATARU) yang biasanya identik dengan konvoi kendaraan dijalan, yang meresahklan dan membahayakan para pengguna jalan, Satlantas Polres Lamongan menggelar Operasi terpusat Lilin Semeru 2020.

Operasi Lilin yang digelar mulai 21 Desember 2020 hingga 04 Januari 2021 tersebut, menurut Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lamongan, Ipda Endro Widodo, SH tidak hanya menyasar para pelaku konvoi dan aksi kebut-kebutan dijalan saja, melainkan yang utama adalah penerapan protokol kesehatan.

“Karena masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 dan lonjakan kasus juga makin hari tambah banyak, maka operasi Lilin Semeru kali ini kami pusatkan mendisiplinkan masyarakat untuk mentaati prokes,” terang Ipda Endro(18/12/2020).

Ipda Endro menambahkan, bahkan sebelum operasi Lilin semeru 2020 digelar, Satlantas Polres Lamongan setiap harinya tak henti memberikan himbauan kepada masyarakat terutama pada tempat-tempat ruang publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan sehingga rawan penyebaran Covid-19.

“Setiap hari mulai pagi, siang sampai malam kami melakukan patroli ke cafe dan warung yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” tambahnya.

Apabila dalam pelaksanaan operasi lilin nantinya ditemukan pelanggar terutama pelanggaran protokol kesehatan, menurut Ipda Endro ada beberapa langkah yang akan ditempuh.

“Nantinya ada sanksi mulai dari teguran secara lisan hingga sanksi sosial administrasi,” imbuhnya.

Ipda Endro juga berharap dalam perayaan Nataru nantinya semua masyarakat Lamongan dalam keadaan sehat.

“Semoga kita semua dalam perayaan Nataru dalam kondisi sehat jasmani dan rohani serta senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari Covid-19.(Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Bertempat di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Bupati Lamongan Fadeli menyerahkan secara langsung 131 penghargaan terkait pengelolaan lingkungan hidup, pada Selasa (15/12/2020) dihadapan jajaran Forkopimda Lamongan.

131 penerima penghargaan ini terdiri dari 5 penghargaan untuk program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (proper), 5 penghargaan laporan RKL - RPL (rencana pengelolaan lingkungan/rencana pemantauan lingkungan), 13 penghargaan untuk Program Kampung Iklim (Proklim), 7 penghargaan berseri tingkat provinsi, 11 sekolah adiwiyata Jatim, 10 sekolah adiwiyata kabupaten, dan 80 RT penerima penghargaan Lamongan Green and Clean (LGC).

Bupati Lamongan Fadeli mengungkapkan, LGC tahun ini adalah hal luar biasa yang sangat penting akan keberlanjutannya. Bupati Fadeli juga berterimakasih kepada kader-kader lingkungan yang telah bekerja keras mengelola lingkungan Lamongan agar tetap bersih.

“Kita harus memberikan semangat dan support kepada kelompok-kelompok mulai dari RT, RW, desa, dan perusahaan untuk menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan indah. Ini harus kita lanjutkan, dengan adanya LGC ini, hingga saat ini kita sudah memiliki 19 ribu kader yang terdaftar, sampah-sampah di Lamongan juga dapat dikelola dengan baik,” Ujar Fadeli.

Lamongan Green and Clean (LGC) sendiri adalah sebuah perlombaan atau kompetisi lingkungan hidup yang diikuti oleh tingkatan RT yang berada di wilayah Kabupaten Lamongan. LGC tahun 2020 ini merupakan LGC yang ke-10, terhitung sejak tahun 2011.

Meskipun masih berada dalam pandemi covid-19, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, tetap menggelar LGC dengan tema "Lamongan berketahanan iklim".

Tema ini menurut Kepala DLH Lamongan, Anang Taufik, sesuai dengan situasi dan kondisi Lamongan yang masih berada dalam pandemi Covid-19.

“LGC tahun 2020 ini penilaiannya berbeda karena menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Penilaian awal kita lakukan secara online, virtual. Alhamdulillah dengan hal yang baru ini masih ada 600 lebih RT yang mendaftar, baru kita ambil 100 peserta untuk diverifikasi lapangan, hingga akhirnya diumumkan 80 pemenang, ini akan sama di tahun 2021” ungkap Anang.

Ditambahkan oleh Anang, bahwa tahun ini Kabupaten Lamongan memperoleh penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai peringkat pertama terbaik di tingkat nasional dalam pelaksanaan Proklim.

"Dari 26 desa yang dikirimkan untuk mengikuti perlombaan, kesemuanya lolos dan 13 diantaranya menerima penghargaan," tambahnya.

Selain itu, Kabupaten Lamongan juga masuk dalam 3 besar penghargaan sekolah Adiwiyata di tingkat provinsi.(Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Pilkada serentak lanjutan 2020 yang digelar di 270 wilayah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota telah selesai digelar pada 9 Desember 2020 kemarin.

Pilkada yang bertepatan dengan wabah pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sekitar sembilan bulan terakhir, membuat pelaksanaannya berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, dimana penerapan protokol kesehatan menjadi hal mutlak yang harus dijalankan oleh semua masyarakat yang terlibat dalam pesta demokrasi tersebut.

Para pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan diruang RS Isolasi dan Observasi Covid-19 yang berada di Jln.Kusuma Bangsa, Kelurahan Tumenggungan tersebut pun turut menyumbangkan hak suaranya.

Sebanyak 5 pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi ikut mencoblos. Mereka inilah yang memiliki berkas A5 yang merupakan surat keterangan pindah mencoblos.

Hal tersebut dibenarkan oleh Saptina Kunhayati Mahanani, Sekretariat PPS Kelurahan Tumenggungan.

“Ada 5 pasien yang sedang menjalani perawatan di RS Isolasi dan Observasi Covid-19 yang ikut mencoblos,” ujar wanita yang akrab disapa Tina saat ditemui di kantor Kelurahan Tumenggungan.

Karena wilayah RS isolasi yang masuk Kelurahan Tumenggungan, kata Tina, maka pihak KPPS tumenggungan mendatangi langsung ke tempat isolasi pasien.

“Kami KPPS tidak datang sendiri kesana, tetapi didampingi juga oleh PPK kecamatan, PPS kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta linmas setempat,” tambahnya.

Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan para petugas dari TPS 08 mendatangi RS isolasi untuk mengambil suara para pasien yang sedang menjalani isolasi.

“Tentunya protokol kesehatan menjadi hal penting,” pungkasnya.

Diketahui dari 80 pasien yang dirawat di RS isolasi, ada 5 pasien yang memiliki berkas A5 dan mengikuti pencoblosan di Kelurahan Tumenggungan.(Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 yang diperingati setiap tanggal 25 November. Salah satu hal penting yang tidak bisa dilupakan dari sebuah proses pembelajaran adalah literasi.

Literasi merupakan hal penting sebagai pokok pijakan dalam melakukan sesuatu. Hal tersebut diungkapkan oleh Alang Khoirudin, Ketua Forum Penulis Pegiat Literasi Kabupaten Lamongan.

Alang menambahkan, bagi seorang guru literasi adalah hal wajib yang harus dimiliki oleh setiap guru.

“Seorang guru yang berhenti melakukan pembacaan, tidak mau menulis dan belajar, ia pada dasarnya sudah berhenti menjadi orang yang berilmu,” ungkapnya.

Kasus seperti ini sering kita jumpai, dimana setelah seseorang selesai menempuh pendidikan atau mendapatkan gelar sarjana atau menjadi seorang guru, lalu ia berhenti untuk membaca dan menulis lagi adalah hal yang keliru.

“Membaca terutama, apapun profesinya seharusnya menjadi sebuah kebutuhan, karena siapapun kita, apapun profesi kita, dengan kita suka membaca dan menambah ilmu pengetahuan, itu akan meningkatkan taraf hidup kita masing-masing dan dalam bidang kita masing-masing,” tambahnya.

Bayangkan, jika seorang guru saja tidak telaten dan terbiasa membaca, lantas bagaimana dengan murid-muridnya?

Sejalan dengan peringatan HGN 2020 tahun ini, dimana dalam literasi terdapat kemajuan yang cukup besar dalam bidang pendidikan, dimana orang-orang mulai “melek” literasi. Dimana dalam artiannya literasi diartikan bukan hanya dalam kemauan dan kemampuan menulis dan membaca saja, tetapi merupakan seperangkat kemampuan untuk bagaimana memahami, menganalisis sesuatu agar mendapatkan keberhasilan dari sesuatu yang ingin dicapai tersebut.

“Guru jika kurang dalam membaca, maka pembelajarannya pun akan kurang kreatif, minim referensi dan akibatnya para murid pun akan jenuh,” imbuhnya.

Dalam momentum HGN 2020 ini, Alang juga berharap dimana kesejahteraan guru juga perlu diperhatikan. “Dari segi finansial, juga bagaimana cara menghargai guru dari sisi ekonomi, peningkatan mutu guru, hal-hal yang berkaitan dengan kurikulum pembelajaran,” harapnya.

Ditambahkan oleh Alang, masalah formalitas administrasi yang terlalu berbelit, seyogyanya oleh pemangku kebijakan tidak dipersulit, agar para guru bisa lebih fokus pada pengajarannya. (Fath)
Page 1 of 49