Now playing

prameswara

prameswara

Hay Ladies, apa wajah kamu tampak kusam, bisa bikin kamu nggak pede? Tenang, kamu tidak perlu panik, ada berbagai cara untuk mengatasi wajah kusam dengan cara tradisional dan kamu bisa mendapatkan bahan-bahan tersebut pada sekitar dapur kalian.

Untuk mengatasi wajah tampak kusam, kita juga harus tahu apa penyebabnya.

Ada banyak hal yang menjadi faktor wajah tampak kusam. Diantaranya bisa disebabkan karena pola hidup yang tidak teratur, kurangnya tidur, terkena paparan sinar matahari terlalu lama, terkena polusi debu hingga sel kulit mati.

Tidak perlu khawatir, kamu bisa atasi hal itu dengan melakukan perawatan air beras yang merupakan air dari rendaman beras.

Sekitaran 1.000 tahun lalu, wanita di Jepang menggunakan air beras untuk membuat rambut mereka lebih kuat dan indah. Mereka juga menggunakan air beras untuk merawat kulitnya agar tetap putih alami. karena air beras dipercayai bisa menenangkan dan mengencangkan kulit wajah bahkan memperbaiki kondisi kulit yang berbeda.

Air beras mengandung antioksidan yang membantu melindungi dan memperbaiki kulit serta mencerahkan kulit atau mengurangi bercak hitam pada wajah.

Penelitan di tahun 2013 menyimpulkan bahwa, air beras yang difermentasi dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat sinar matahari.

Air beras yang difermentasi selain dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit akibat sinar matahari juga dapat meningkatkan kolagen di kulit, membuat kulit Kamu kenyal dan mencegah kerutan di wajah. Air beras yang difermentasi tersebut memiliki sifat tabir surya alami.

Pertama, rendam beras. kemudian saring beras dan masukkan airnya ke dalam botol kaca. Kamu dapat menyimpan air beras selama seminggu di lemari es.

Kedua, bisa direbus dengan nasi. Setelah itu, peras untuk mengeluarkan bahan kimia yang ada. Saring, dinginkan, dan masukkakn ke dalam wadah kedap udara. Simpan di dalam lemari es. Sebelum digunakan, tambahkan air biasa agar air beras jadi lebih encer.

Ketiga, fermentasi. Rendam beras di dalam air selama dua hari agar berfementasi. Setelah dua hari, aduk beras airnya dan saring. Masukkan ke dalam botol kaca dan masukkan ke dalam lemari es. Ini cara termudah untuk menyiapkan air beras fermentasi di rumah. Kamu bisa menggunakan air beras fermentasi untuk perawatan kulit dan rambut.

Selamat mencoba, semoga kulitmu kembali sehat, cerah, bercahaya dan selalu tampak lebih mudah. (avyv) *disadur dari berbagai sumber online.
Kalian merupakan penderita insomnia atau sudah menjadi kebiasaan tidur sampai pagi? Yang jelas, ketika sering tidur pagi, itu akan merugikan diri Anda, karna hal itu bisa merusak kesehatan dan juga bisa menurunkan performa kerja akibat kekurangan tidur atau pola tidur yang tidak baik.

Pola tidur yang baik adalah ketika tubuh seseorang mulai mengantuk dan tertidur dalam waktu 10-15 menit setelah berbaring baik diatas kasur maupun tidak diatas kasur dan terbangun dengan perasaan tubuh yang segar dan bertenaga. Dan bagi kalian yang bangun tidur waktu subuh, beruntunglah kalian karena banyak manfaatnya juga bagi kesehatan kalian.

Bangun waktu subuh akan membuat tubuh lebih bugar, karna menghirup udara yang masih segar dan bersih!

Saat fajar atau pagi hari, kandungan gas O3 atau Ozon masih sangat melimpah. Gas Ozon juga kerap kali sering muncul ketika hujan atau setelah hujan. Hal ini baik untuk kesehatan tubuh ketika udara yang masih segar dan bersih dihirup dan masuk ke dalam paru-paru kita. Studi menunjukkan bahwa ozon dapat menghambat virus, protozoa, dan jamur. Ozon juga dapat menstimulus metabolisme oksigen dan juga dapat menambah sistem kekebalan tubuh. Jadi, ketika seseorang menghirup udara waktu subuh pagi hari atau fajar maka kita akan merasakan kenikmatan dan kesegaran.

Kinerja otak akan menjadi lebih efektif, karena peredaran darah lancar dan bisa meningkatkan konsentrasi maupun daya ingat!

Perlu diingat, jika kalian sering bangun pagi dan menghirup udara segar maka kemungkinan kecil orang tersebut akan mengalami gejala pikun atau lupa ingatan dibandingkan orang yang biasa bangun siang. Di saat kita menghirup udara segar waktu subuh pagi hari atau fajar, kecepatan aliran darah yang kaya akan oksigen menuju otak akan bertambah. Sehingga otak akan lebih cepat bekerja. Itulah mengapa mempelajari sesuatu saat fajar lebih mudah dipahami dan dihafal ketimbang belajar hingga larut malam.

Terbiasa dengan bangun subuh bisa membuat kita menjadi lebih sehat, sejahtera, dan bijaksana!

Bangun di waktu fajar, selain bermanfaat bagi kesehatan dan mental juga memberikan efek poisitif bagi kesehatan emosional dalam diri. Waktu fajar juga merupakan dimana situasi kondisi masih sangat tenang dan nyaman sehingga kita akan lebih rileks dalam mempersiapkan diri untuk menjalani aktivitas. Beberapa pakar psikolog menyatakan bahwa orang yang kerap bangun pagi memiliki sikap yang lebih sopan dan bijkasana.

Bisa melakukan apa saja, sehingga produktivitas meningkat!

Beberapa pakar menyatakan orang yang kerap bangun pagi dapat menetapkan keputusan dan tujuan hidupnya dengan tepat. Di waktu yang tenang ini, kamu bisa melakukan apa saja tanpa adanya gangguan. Jika kamu mau olahraga tapi masih kepagian, kamu bisa melakukan hobi atau menyempatkan diri untuk membaca, menyusun agenda kerja, atau menerjakan perkerjaan yang sempat tertunda. Intinya, manfaatkan situasi yang tenang dan sunyi untuk kegiatan yang bermanfaat.

Bangun lebih pagi, maka kalian akan terhindarkan dari kemalasan!

Bangunlah lebih pagi. Kesehatan jasmani dan kesegaran jiwa yang telah didapat saat bangun lebih pagi tentu membuat tubuh terasa lebih bugar, penuh semangat, dan dijauhkan dari bermalas-malasan. Melalaikan bangun pagi akan menimbulkan rasa malas dan kurang semangat dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Dengan membiasakan diri untuk menyegerakan bangun di pagi hari, selain menunjang tingkat keimanan menjadi lebih kuat, juga merupakan satu langkah awal dalam menjadikan hari-hari lebih berkah, penuh semangat, serta menyehatkan jiwa dan raga.

Bangun tidur waktu subuh atau sebelum subuh akan membukakan pintu rezeki kalian!

Ada pepeatah bilang, “Bangun pagi, biar rezekinya nggak dipatok ayam”, keberkahan di pagi hari telah membangun komitmen kuat di dalam jati diri yang menggugah rasa semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Konon, di waktu pagi, terutama sebelum matahari terbit adalah waktu di mana para malaikat diutus oleh Tuhan untuk menyebarkan rezeki kepada umat manusia di dunia. Jika kamu tersadar dan mencoba mencermati atau mengamati, banyak dari kalangan orang tua yang bangun waktu subuh. Mereka jarang mengeluh dan hal ini memberikan dampak positif bagi mental, fisik, serta emosional.

Untuk yang sudah membaca artikel ini. Semoga kita semua dapat membiasakan diri untuk bangun lebih pagi. Semoga bermanfaat. (Avyv)*disadur dari berbagai sumber online.
PrameswaraFM Lamongan - Terbaru, dengan ditetapkannya Desa Tracal, Kecamatan Karanggeneng sebagai Desa Tangguh Bencana tahun 2020.

"Meski di tengah wabah covid 19, semangat pantang menyerah menuju Lamongan lebih sejahtera harus terus kita lakukan," ujar Bupati Lamongan Fadeli saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-75 Provinsi Jawa Timur di Ruang Gajah Mada Pemkab Lamongan, Senin (12/10/2020).

Bupati Fadeli mengungkapkan, lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana tiNgkat Jatim tersebut dilaksanakan dari tanggal 7 September hingga 24 September 2020. Selama sosialisasinya, dilakukan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat dan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer.

Selain penghargaan desa tangguh bencana, Bupati Fadeli mengungkapkan, Kabupaten Lamongan juga mendapatkan penghargaan dari Kemendagri. Penghargaan itu, atas penyelenggaraan pemerintah daerah dengan skor 3,4199 dan status kinerja sangat tinggi berdasarkan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) tahun 2018.

Inovasi aplikasi Pasar Online Lamongan (POL) juga berhasil meraih penghargaan dari Indonesian Smart Nation Award (ISNA) 2020 dengan kategori inovasi smart economy yang dinilai sesuai untuk kehidupan di masa pandemi.

Lebih lanjut, Kabupaten Lamongan juga turut memberikan penghargaan kepada Puskesmas Laren atas inovasi Layanan Laboratorium Mobile (Lala Mobile) dengan katagori kelompok budaya kerja terbaik.

Inovasi yang berhasil mendekatkan pelayanan kesehatan khususnya untuk ibu hamil ini dinilai sangat tepat di tengah wabah Covid-19 sekarang ini.

Sementara itu, pelaksanaan Upacara peringatan Hari Jadi ke 75 Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan dengan tetap mentaati protokol kesehatan secara ketat tersebut diikuti Kapolres Lamongan AKBP Harun, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono dan seluruh kepala OPD serta Camat se-Kabupaten Lamongan. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Lamongan Melawan (ALM) yang terdiri dari GMNI, HMI, IMM, FORNASMALA serta Gerakan Rakyat Melawan (GRM) menggelar aksi solidaritas untuk para aktivis yang mendapatkan tindakan represif aparat saat aksi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di beberapa daerah di Indonesia beberapa hari lalu. Mereka menuntut agar aparat menghentikan tindakan represif saat mengamankan demonstrasi.

Aksi damai tersebut berlangsung di simpang empat Jl. Basuki Rahmat Kantor DPRD Lamongan, Senin (12/10/2020)sore hingga malam.

Selain berorasi, massa aksi juga menyampaikan aspirasi mereka melalui aksi teatrikal yang menggambarkan kembali tindakan represif aparat saat pengamanan demonstrasi UU Cipta Kerja. Tak hanya itu saja, massa aksi secara bersamaan juga menyanyikan lagu Syukur, Ibu Pertiwi serta Gugur Bunga.

"Pada aksi penolakan UU Cipta Kerja beruntun mulai sejak tanggal 6 - 8 Oktober diberbagai daerah di Indonesia. Namun dalam aksi tersebut, ada beberapa dari massa aksi yang mendapat tindakan represif dari pihak kepolisian bahkan ada banyak penangkapan yang di lakukan oleh pihak kepolisian. Selain tindakan represif, pihak kepolisian juga melakukan penangkapan secara sepihak dari beberapa massa aksi," ungkap Amir Mahfut, Korlap Aksi.

Dalam aksi tersebut, puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Lamongan Melawan menyampaikan tiga poin pernyataan.

Pada poin pertama, Aliansi Lamongan Melawan mengecam tindakan represif terhadap massa aksi dan tim paramedis.

Poin kedua, menuntut pembebasan massa aksi yang ditangkap saat aksi tolak UU Cipta Kerja, tanpa tuduhan yang berdasar di seluruh wilayah Indonesia.

Poin ketiga, “kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia, bahwa ada anggota kepolisian yang menyamar sebagai anggota massa aksi untuk melakukan tindakan provokatif dan penangkapan dengan sengaja menggunakan pola kekerasan," pungkas Amir. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Setelah rabu kemarin tuntutan massa aksi terkait penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law dan pengesahan Perda RT/RW yang disahkan DPRD Lamongan mendapat penolakan oleh DPRD Lamongan, hari ini mereka kembali dengan membawa massa tiga kali lebih besar dari kemarin.

Massa gabungan yang terdiri dari Organisasi GMNI, HMI, IMM, FORNASMALA beserta buruh dan pelajar di Lamongan yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Lamongan Melawan (ALM) kembali melakukan aksi menduduki Gedung Pemkab Lamongan dan Gedung DPRD Lamongan kamis (08/10/2020).

Sesampainya di Gedung Pemkab, massa aksi melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan mereka dan meminta bertemu dengan Bupati Lamongan Fadeli.

Namun, karena Bupati tidak ada ditempat, akhirnya para demonstran hanya ditemui oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan, Hamdani Azhari.

“Nanti kita sampaikan aspirasi kawan-kawan ke pemerintah pusat, kita wadahi aspirasi kawan semua,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Massa aksi menyodorkan pakta integritas dan kemudian ditandatangani oleh Hamdani dan berstempel Pemkab Lamongan. Usai bertemu perwakilan Pemkab Lamongan, massa aksi kemudian berpindah ke Gedung DPRD Lamongan dengan tetap berjalan kaki.

Ditemui Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur, massa aksi tetap pada tuntutan mereka yakni menolak UU Cipta Kerja dan pembatalan Perda RT/RW yang dinilai pengesahannya menelikung tuntutan para aktivis.

"Dewan juga harus berani membatalkan Perda RT/RW," teriak aktivis.

Abdul Ghofur menjelaskan bahwa dewan dalam mengesahkan Perda RT/RW tidak ada tekanan dan titipan dari siapapun.

"Kami bahkan sudah konsultasi ke Mendagri, termasuk konsultasi RT/RW di pusat," terang Ghofur.

Para aktivis tetap dengan tuntutannya, DPRD Lamongan diminta tegas menolak UU Cipta Kerja dan membatalkan Perda RT/RW.

Akhirnya, DRPD Lamongan menuruti tuntutan massa aksi yang dituangkan dalam surat pernyataan yang telah ditandatangani Ketua DPRD Lamongan serta berstempel yang kemudian dibacakan secara lantang di depan para demonstran.

Sementara itu, Sa’adah, perwakilan dari Aliansi Lamongan Melawan mengatakan, DPRD Lamongan menyetujui tuntutan para demonstran untuk sepakat menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law dan mengawal penolakan Perda RT/RW sampai ke pusat.

“Hari ini DPRD Lamongan sepakat menolak UU Cipta Kerja dan untuk Perda RT/RW akan dikawal sampai ke pusat,” ujar Sa’adah.

DPRD Lamongan juga sepakat membentuk tim Advokasi Yudisial Review dalam pengawalan ke Mahkamah Konstitusi (MK). (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Aksi penolakan UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI pada Senin, (05/10/2020) yang dianggap meresahkan para buruh, mendapatkan respon dari aktivis mahasiswa PMII Lamongan.

Ratusan massa PMII Lamongan menduduki gedung DPRD Lamongan pada Rabu (07/10/2020).

Dalam aksinya, massa aktivis PMII Lamongan selain menuntut penolakan UU Cipta Kerja karena dinilai tidak berpihak pada buruh pekerja atau tenaga kerja dan rakyat, mahasiswa juga mengungkit pengesahan Perda RT/RW yang disahkan DPRD Lamongan, sehari setelah aksi mereka pada 21 Agustus 2020 lalu.

Janji para dewan untuk menunda pengesahan Perda RT/RW kepada para mahasiswa saat itu, dianggapnya hanya upaya menelikung tuntutan mahasiswa.

"Buktinya, dua hari setelah demo, Perda itu disyahkan," ucap Ketua PC PMII Lamongan M. Syamsuddin Abdillah.

Pihak kepolisian yang mengawal aksi mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Lamongan dengan ketat. Para aktivis mahasiswa membawa spanduk serta pengeras suara untuk meneriakkan yel-yel meneriakkan orasi menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja secara bergantian dan meminta ketua DPRD lamongan untuk keluar. Namun, Ketua DPRD Lamongan tidak ada ditempat dan hanya diwakilkan oleh Ketua komisi D DPRD Lamongan.

Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Abdul Somad yang menemui massa aksi, mendapat penolakan oleh para mahasiswa.

Bahkan Somad menjadi ejekan para mahasiswa, lantaran 4 kali salah mengucapkan UU Cipta Kerja diganti dengan UU Cipta Karya.

"Coba sebutkan mana Undang -Undang Cipta Karya yang sampean anggap tidak sesuai," kata Abdul Somad.

Seketika itu, para mahasiswa sontak meneriaki Somad karena berulangkali salah dalam pengucapan UU Cipta Kerja yang diucapkan malah UU Cipta Karya.

M. Syamsuddin Abdillah Ketua PC PMII Lamongan mengaku, Aksi kali ini selain misi penolakan UU Cipta Kerja juga menanyakan terkait pengesahan Perda RT/RW yang disahkan DPRD Lamongan.

”Kita tahu sendiri saat itu kita aksi, tetapi nyatanya Raperda dan turunannya tersebut tetap disahkan,” ujar pria yang akrab disapa Syam tersebut.

Ditambahkan oleh Syamsuddin, di Lamongan sendiri nantinya ada Perda atau Perbup yang mengatur tentang pekerjaan.

“Harapan kita simpel, kita tidak terlibat terlalu jauh di Omnibus Law, tetapi di Lamongan nantinya ada Perda atau Perbup khusus untuk mengatur pekerjaan,” tambahnya.

Syamsuddin juga berharap ketua DPRD Lamongan memberikan deklarasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja tersebut, namun kenyataannya Ketua DPRD Lamongan tidak hadir dan hanya diwakilkan oleh Ketua Komisi D DPRD Lamongan.

“Harapan kita, ketua DPRD bisa memberikan deklarasi atau semacam penolakan juga terhadap Omnibus Law ini, tetapi kenyataannya kita dilihatkan hari ini ketua DPRD tidak hadir di tempat kerjanya, kita melihat hanya ada ketua komisi D,” pungkasnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII Lamongan hingga pukul 11.30 wib merasa kesal karena aspirasi mereka tidak didengar karena ingin berdiskusi mengenai Undang-Undang Cipta Kerja ini. Mahasiswa pun berusaha masuk ke dalam gedung DPRD Lamongan yang dihalau atau dihadang oleh Polisi sehingga aksi demonstran sudah tidak kondusif lagi dan terjadi aksi saling dorong.

Akhirnya, pukul 12.00 wib masa mahasiswa diperbolehkan masuk gedung DPRD dan menempati gedung Paripurna dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan massa aksi pun menyetujuinya dengan aman dan nyaman, tanpa harus merusak fasilitas yang ada dalam gedung DPRD. (Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Dua Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) yang sempat melalui beberapa tahapan pembahasan, akhirnya disahkan. Kedua Raperda tersebut, yakni Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Paciran dan Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Lamongan Tahun 2020-2040.

Raperda RDTR Paciran dan Pembangunan Industri tersebut resmi ditandatangani oleh Bupati Lamongan, Fadeli dan Pimpinan DPRD Lamongan, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Lamongan, Senin (28/9/2020).

Dalam sambutannya, Bupati Fadeli mengungkapkan bahwa dengan disetujuinya 2 Raperda ini, maka peran aktif Pemerintah Kabupaten Lamongan dan DPRD Lamongan sangat besar, mengingat dalam pelaksanaannya diperlukan adanya pembinaan dan pengawasan yang intensif, sehingga dapat dilaksanakan secara optimal.

“Dua Raperda ini sangat penting sebagai pedoman bagi peran serta masyarakat dalam pembangunan industri unggulan di Kabupaten Lamongan,” ungkap Fadeli.

Sebagai langkah awal setelah disetujuinya kedua Raperda tersebut, Bupati Fadeli menyatakan bahwa Pemkab Lamongan akan segera mengirimkan Raperda dimaksud kepada Gubernur Jawa timur untuk dievaluasi, sehingga kedua Raperda ini dapat segera ditetapkan dan diundang-undangkan untuk dijadikan landasan operasional dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bersama pada hari ini dapat membawa Lamongan yang lebih maju dan sejahtera,” harap Fadeli.

Selain itu, keseluruhan substansi yang diatur dalam Raperda RDTR Paciran dan Pembangunan Industri ini telah disandingkan dan disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lamongan Tahun 2020-2040.(Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan (Dinkes Lamongan), secara rutin menggelar pembinaan dan pendamping Pos Kesehatan Pondok Pesantren (poskestren) agar memiliki keyakinan dan bekal untuk menghadapi pandemi Covid-19.

"Pertemuan ini sebagai upaya agar mereka memiliki keyakinan dan punya bekal untuk menghadapi Covid-19 ini sampai kapan. Artinya agar menjadi pondok pesantren (ponpes) tangguh," ujar Kepala Dinkes Lamongan dr Taufik Hidayat, usai berikan pembinaan pendamping poskestren di Aula Dinkes Lamongan, Kamis (24/09/2020).

Pembinaan tersebut, menurut dr Taufik, juga karena adanya mobilitas dan kerumunan di seluruh pondok pesantren yang berpotensi terjadinya penularan dan penyebaran Covid-19.

"Dengan adanya potensi tersebut, pondok pesantren kembali dibekali selama 4 hari ini. Walaupun kemarin sudah keliling ke pesantren tangguh, tetapi ini lebih spesifik dibekali dan juga didampingi oleh puskesmas," terangnya.

dr Taufik berharap, dengan adanya pembinaan ke poskestren, maka petugas yang didampingi oleh Puskesmas bisa menegakkan protokol kesehatan, melindungi yang beresiko dan mengerti cara penanganan jika terdapat santri yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jangan sampai proses pondok pesantren mati karena Covid-19, tetapi jadikan Covid-19 sebagai ilmu di pondok yang menjadi bekal sampai ke depan karena Covid-19 kapan berakhir tidak ada yang tahu," harapnya.

Ditambahkan oleh dr Taufik, pembinaan dengan pendamping poskestren bukanlah bagian dari respon munculnya klaster santri pondok pesantren di Lamongan.

"Sebenarnya pembinaan ini sudah kami lakukan secara rutin sebelum adanya Covid-19. Hanya saja sekarang lebih fokus pada Covid-19," pungkasnya.(Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lamongan menggelar pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan calon wakil bupati dalam Pilkada serentak 2020, di Gedung Sport Center Lamongan Jl. Basuki Rahmat, Kamis (24/9/2020).

Hal berbeda terlihat dalam pengambilan nomer undian kali ini, pengambilan dilakukan dengan sangat memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Yang dapat mengikuti secara langsung pun dibatasi dari masing masing paslon dan tamu undangan yang ada didalam gedung tidak lebih dari 50 orang. Sedangkan awak media untuk peliputan, disediakan TV layar lebar diluar gedung.

Dalam pengundian nomor urut itu, cawabup mengambil undian untuk urutan pengambilan nomor. Sedangkan cabup mengambil undian untuk nomor urutan pasangan calon.

Keputusan tersebut tertuang pada lampiran keputusan KPU nomor 246/PL.02.2-KPT/3524/KPU-KAP/IX/2020 tentang penetapan nomor urut dan daftar pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam pemilihan serentak lanjutan bupati dan wakil bupati Kabupaten Lamongan tahun 2020.

Ketua KPU Kabupaten Lamongan Mahrus Ali mengatakan pelaksanaan pengundian nomor urut berjalan lancar sesuai dengan protokoler kesehatan.

”Hari ini kita melakukan pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati, nomor urut ini merupakan citra diri yang dapat digunakan para paslon untuk berkampanye kepada masyarakat. Nama dan nomor urut pasangan calon akan menjadi dasar untuk menyiapkan logistik dan sosialisasi,” ujar Mahrus usai pengundian nomor urut.

Pemilihan serentak lanjutan bupati dan wakil bupati Lamongan tahun 2020, menurutnya dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan seluruh elemen masyarakat. Perlunya sinergi untuk menghadirkan pemilu yang berkualitas dan berintegritas serta menjunjung prinsip-prinsip jujur, adil dan patuh terhadap protokol kesehatan serta sesuai dengan slogan Pilkada Lamongan “2020 Lamongan Ayem Tentrem”.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas penerapan protokol kesehatan oleh Bupati Fadeli bersama jajaran Forkopimda yang diikuti oleh para paslon cabup-cawabup.

Selain itu juga dilakukan penyerahan Maklumat Kapolri yang diserahkan oleh Kapolres Lamongan AKBP Harun kepada para paslon yang disaksikan oleh Bupati Fadeli.

Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan, Kabupaten Lamongan salah satu daerah yang rawan terjadinya kerusuhan dalam Pilkada.

“Kita sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk mengantisipasi kemingkinan-kemungkinan yang akan terjadi,” terang AKBP Harun.

Hasilnya, KPU menetapkan Suhandoyo-Astiti Suwarni dengan nomor urut 1, Yuhronur Efendi-KH Abdul Rouf nomor urut 2, dan Kartika Hidayati-Sa’im nomor urut 3.(Fath)
PrameswaraFM Lamongan - Pengundian Panen Hadiah Simpedes Periode I 2020 BRI Cabang Lamongan, berlangsung secara tertutup dan sederhana namun tidak meninggalkan kesan khitmat dalam pelaksanaannya. Hal ini terbukti dengan para tamu undangan yang datang pun dibatasi dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat pada Rabu (23/09/2020).

Robinson Hiri Pati, Manajer Pemasaran Mikro BRI Kanca Lamongan mengungkapkan, untuk para saksi yang hadir dari pihak Notaris, Kapolsek Lamongan kota, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan.

“Sesuai dengan protokol kesehatan dan protokol bisnis dari Kemensos serta arahan dari kanwil BRI, kami hanya boleh mengundang paling banyak 6 nasabah perwakailan dan para saksi dengan tidak mengurangi makna dari pengundian,” ungkapnya.

Disampaikan oleh Robinson, Untuk hadiah pengundian kali ini mencapai total Rp.635.000.000.

“Untuk pengundian kali ini total hadiah 635 juta dengan rincian hadiah 4 Unit LED TV 22’’, 22 sepeda motor, 1 unit mobil pick up dan Grand Prize 1 unit mobil Ertiga,” imbuhnya.

Robinson Juga mengucapkan selamat kepada para pemenang, dan untuk proses pengambilan hadiah bisa diambil di BRI unit masing-masing.

“Untuk nasabah bisa datang ke BRI unit masing-masing dengan membawa buku tabungan dan KTP dan untuk selanjutnya akan dilengkapi dengan berita acara,”terangnya.

Ditambahkan oleh Robinson, untuk PHS periode II 2020 akan di undi antara bulan Maret atau April 2021.

“Untuk PHS periode II itu simpanan yang mengendap dari bulan September hingga Februari, jadi dalam satu tahun akan ada dua kali pengundian,”pungkasnya.

Untuk informasi, BRI sendiri memiliki 32 wilayah kerja pelayanan yang tersebar di seluruh Lamongan, dimana untuk unit terjauh berada di Sukorame dan wilayah pantura seperti Paciran dan Brondong. (Fath)
Page 1 of 16