Now playing

prameswara

prameswara

Hadir di acara Musik sosial yang digagas komunitas kreasi kawula muda Lamongan, DER Lamongan ( Dewan Ekonomi Rakyat) dan Prameswara Sebagai media Support nya. Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati menyampaikan peran penting pada kaum milenial dalam membangun bangsa terutama di kabupaten Lamongan.

Dirinya berpesan bahwasan nya pemuda sebagai penerus generasi bangsa harus kreatif dan positif melalui beragam kegiatan yang membangun, pesan beliau di sela-sela acara Musik amal yang juga di dukung dan di hadiri ASSB (alumni sma Surabaya bersatu) yang siap Bangun lamongan. Dalam acara ini di meriahkan sejumlah grup band, dan di hadiri anak yatim Lamongan dari yayasan Qodam Surah Ikhlas di Cafe Alamanda, Minggu (28/7) pagi.

Dalam kegiatan ini Wabup Kartika memberikan memberikan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim Yayasan Qodam surah Ikhlas tersebut. Tentunya, selaku wakil pemerintah, Mbak Atik mendukung penuh kegiatan sosial seperti ini.

“Kalau sudah ada orang di luar Lamongan yang mau peduli, mau support untuk janda, yatim yang ada di Lamongan, tentu kami yang di pemerintah, ketika diajak bergabung di acara ini, tentulah kita support,” kata Wabup.

Kartika sangat antusias jika di undang di acara sosial dan pengajian, beliau sangat aktif jika ada kegiatan seperti itu terutama di Lamongan.

Dalam kegiatan ini juga selain musik sosial, lapak literasi buku Batu dan seni komunitas Batu Kali Lamongan juga ikut nampak.

Wabub Kartika melihat progres yang dilakukan oleh para kaum milenial juga sangat bagus. Kecakapan mereka dalam menguasai IT, bisa membantu Pemerintah, khususnya Lamongan untuk mempromosikan berbagai potensi daerah, baik pariwisata, budaya, dan program-program pemberdayaan SDM pelatihan dan melalui kegiatan seni, sosial kemasyarakatan .

“Mereka yang dekat dengan saya, mereka juga membantu menyosialisasikan bahaya narkoba di kalangan muda Lamongan, yang mana penyebaran Narkoba tersebut biasa menyasar pada para kaum milenial,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Selain menjabat sebagai Wakil Bupati, Kartika Hidayati merupakan Ketua Satlak P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) Lamongan. (*)
Wakil Bupati (Wabup) Lamongan Kartika Hidayati hadir dalam acara Meat And Greet Anteve yang digelar di Alun-alun lamongan, Jl. Lamongrejo, Tumenggungan, Kec. Lamongan, Kabupaten Lamongan.

Semarak dan Hebohnya, pagelaran musik spektakuler yang mampu menghiptonis ribuan penonton dengan dominiasi kalangan perempuan ini juga menghadirkan aktor asal India Leenesh Matto yang menjadi bintang utama di sintron Begenre Islam.

Tak ayal, bintang layar kaca berjudul Ishobaaz disambut histeria pengunjung, dan panggung hiburan makin hidup ketika wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati dihadirkan bersama di atas panggung.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap bintang utama sintron begenre Islam itu, Kartika memberikan kenang-kenangan berupa kain batik bergambar Bandeng dan Lele. Batik ini merupakan khas kota Lamongan yang dikenal dengan aneka kulinernya.

“Terima kasih sudah hadir di kota kami, Lamongan. Silahkan mencoba kulinernya yang sangat dikenal di Indonesia,” ucap Kartika yang disambut riuh tepukan penonton yang memadati alun-alun.

Tidak hanya itu, panggung meet and greet makin gayeng dengan hadirnya artis dangdut Ratna Antika dan Lia Cicilia.
Silaturrahmi Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerta Wredatama Kabupaten / Kota se-Jawa Timur tahun ini digelar di Kabupaten Lamongan. Tepatnya di Pendopo Lokatantra, Sabtu (27/7).

Menurut Ketua Kerta Wredatama Propinsi Jawa Timur Toeminatoen penyelenggaraan tahun ini sengaja dilaksanakan di Kabupaten Lamongan untuk lebih mengenal dekat LAmongan.

“Acara silaturrahmi PWRI dan Kerta Wredatama se-Jawa Timur kali ini memang sengaja kita menunjuk Kabupaten Lamongan sebagai tuan rumah untuk mengenal lebih dekat Kabupaten Lamongan. Seperti yang diketahui bahwa Kabupaten Lamongan saat ini sudah dikenal seluruh Indonesia terkait pembangunannya”, Ungkap Toeminatoen.

Bupati Fadeli yang hadir selaku Dewan Pembina PWRI Kabupaten Lamongan di depan seluruh PWRI Kabupaten / Kota se-Jawa Timur mengajak kepada seluruh anggota PWRI untuk turut serta mendukung pembangunan di wilayahnya masing-masing.

“Saya menyebut PWRI adalah pejuang-pejuang pembangunan. PWRI tidak boleh berhenti berinovasi. Selalu mendukung dan mengawal pembangunan di wilayahnya masing-masing seperti bisa menjadi ketua RT atau aktif di BDP”, Ungkap Fadeli.

Silaturrahmi yang bertemakan PWRI siap mendukung pembangunan pedesaan untuk Indonesia bersatu dan sejahtera juga dihadiri oleh Wakil Ketua II PWRI Propinsi Jawa Timur Sukardi Sarijan.

“Kami mengharapkan agar anggota PWRI terutama PWRI perempuan agar selalu aktif pada pembangunan pedesaan. PWRI dapat ikut aktif berpartisipasi misalnya pada posyandu dan di setiap kelompok kegiatan di pedesaan. Input PWRI bisa dilakukan untuk mengelola pembangunan apalagi semakin hari dana pembangunan yang masuk di pedesaan semakin meningkat.

"Semoga PWRI selalu memberikan manfaat bagi pembangunan di Indonesia”, Ungkap Sukardi Sarijan.

Dalam acara tersebut juga hadir Ketua PWRI Kabupaten Lamongan Mahdumah Fadeli yang menyamoaikan kegiatan –kegiatan yang telah dilakukan oleh PWRI Lamongan. Dalam acara yang dihadiri oleh PWRI Kabupaten / kota se-Jawa Timur juga dipamerkan produk unggulan KAbupaten Lamongan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Koperasi dan UMKM. (*)
Lamongan merupakan salah satu Lumbung jagung jawa timur, Komoditi jagung petani Lamongan diharapkan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Harapan itu di sampaikan setelah Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan resmi menyerahkan SK Perhutanan Sosial seluas 439,2 hektar untuk 269 KK kepada beberapa Kelompok Tani Hutan dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Penerbitan ini dilakukan di Lapangan Desa Solokuro, Lamongan, pada Kamis (25/7/2019).

Di dalam Agenda ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati, dan dimpanigi oleh Ketua LMDH Wonosakti, Solokuro, Amrozi. Dalam sambutanya wabup merespon positif penambahan lahan yang awalnya hanya 100 bengkok, sekarang ditambah oleh perhutani dengan SK Perhutanan Sosial KMLH menjadi 2,5 ha tiap orang.

“Hal ini dirasa baik dan menjadi angin segar oleh para petani, agar bisa meningkatkan ekonomi dan juga menjadikan Lamongan sebagai lumbung pangan nasional,” ujar wabup.

Kartika juga menambahkan bahwa LMDH harus menggunakan sistem pertanian modern agar hasilnya juga bisa berlipat dari rata-rata 7/8 ton per ha, menjadi 10 ha ke atas.

“Selain itu saya minta para petani agar menjadi petani cerdas untuk mengolah jagung tersebut menjadi jagung olahan, misal dibikin kripik dan sebagainya, agar nilai jualnya makin tinggi untuk menaikkan ekonomi masyarakat kawasan hutan,” terang nya. (*)
Perhatian nyata Wakil Bupati Lamongan, Kartika Hidayati kepada para lansia lamongan terus ditunjukkan dengan bukti-bukti konkret, sosial kemasyarakatan sudah menjadi kegiatan rutinan beliau.

Ketua PC Muslimat NU Lamongan, Kartika memang sering menghadiri kegiatan sosial yang menaruh perhatian pada lansia, khususnya anggota muslimat yang sudah sepuh, dan tergolong dhuafa.

Bukan hanya sekadar menjadi pembicara, namun perempuan yang akrab disapa Mbak Atik ini juga aktif memberikan santunan, mulai dari uang hingga sembako gratis.

Menurut Kartika, perhatiannya kepada lansia adalah bentuk apresiasi terhadap pengabdian mereka selama ini. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa Muslimat NU Lamongan banyak berperan dalam pengembangan dakwah islam di Kota Soto.

“Selain itu, sudah menjadi kewajiban kami selaku Pemerintah untuk memastikan masa lansia mereka dalam kondisi terpenuhi,” ujar Wabup Kartika saat memberikan santunan dalam kegiatan di PAC Muslimat Solokuro, Lamongan beberapa waktu lalu.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku bahagia bisa memberikan kontribusi pada para sesepuh. Bahkan, Kartika tak segan memberikan pelukan hangat kepada mereka yang sudah dibalut kulit keriput menua.

“Jika kita diberikan umur panjang, maka kita juga akan sama. Merasakan masa lansia, ketika tubuh kita mulai melemah,” imbuhnya.

Kendati demikian, wabup yang akrab dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ini mengaku bangga dengan para sepuh muslimat. “Biarpun sudah lanjut, tapi semangat ibu-ibu sungguh luar biasa dalam menggerakkan Muslimat NU di Lamongan,” pungkasnya. (*)
Salah satu Terobosan terbaru PC Muslimat NU Lamongan kali ini adalah Program S1 PAUD/TK, setelah beberapa bulan lalu juga meluncurkan Program BPJS Ketenagakerjaan bagi guru guru Muslimat NU pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

Program S1 untuk Guru TK/PAUD muslimat NU ini adalah bukti nyata konsisten dan komitmen untuk memperhatikan kesejahteraan anggotanya. Termasuk dengan memberikan fasilitas pendidikan bagi siapapun anggota yang ingin memperoleh gelar Sarjana PAUD (S1).

Hal ini ditegaskan dengan sosialisasi program terbaru yaitu S1 Paud, bentuk kerja sama antara PC Muslimat NU Lamongan dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) yang beberapa hari lalu di gelar di kantor PC Muslimat, Jumat (19/7/2019) pagi.

Ketua PC Muslimat NU Lamongan, Kartika Hidayati menjelaskan, kerja sama ini dilakukan untuk mempermudah guru-guru TK/PAUD yang belum sarjana, agar bisa meraih gelar sarjananya.

“Yang diberikan UNUSA adalah banyak kemudahan mulai dari waktu, pembayaran, dan sistem pengajarannya, sehingga kita berharap semua guru-guru kita bisa memperoleh sarjana, dan ijazahnya dari UNUSA,” ujar Kartika yang juga merupakan Wakil Bupati Lamongan saat ini.

kerja sama yang dilakukan antara PC Muslimat NU Lamongan dengan UNUSA tidak terbatas waktu. Artinya, peremajaan dan upgrading kualitas untuk para guru juga akan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan para pengajar TK/PAUD.

Hal ini disambut gembira oleh para guru-guru PC Muslimat NU Lamongan, karena selain mendapat kemudahan waktu, pembayaran, dan sistem pengajaran, mereka juga bisa terus melakukan regenerasi, sehingga siapapun berpeluang menjadi sarjana.

” Selama mereka rajin untuk kuliah, dan menarget untuk cepat, misalnya dua tahun bisa selesai, ga ada masalah bagi UNUSA, karena tidak keluar dari koridor yang ditetapkan Kemenristekdikti,” imbuhnya.

Nantinya, guru-guru tersebut diproyeksikan untuk terus melakukan pengajaran di lingkungan Muslimat NU Lamongan. Sebagai Wakil Bupati, Kartika juga akan berjuang dan berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan mereka.(*)
Inspektorat Propinsi Jawa Timur meluncurkan Kades Lawas untuk membantu pemerintahan desa dalam pengelolaan keuangan.

Kades Lawas sendiri adalah akronim dari Kawal Desa Melalui Pengawasan. Sebuah program untuk meminimalkan kesalahan dalam pengelolaan bantuan keuangan di desa.

Program ini memiliki kemiripan dengan inovasi Klinik Desa dari Inspektorat Kabupaten Lamongan yang biasa dilaksanakan saat Minggu Ceria (Mince) di Alun-alun Lamongan.

Waktu itu, Klinik Desa difungsikan sebagai ruang konsultasi bagi desa saat proses pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Karena itu Fadeli meminta pembukaan kembali Klinik Desa agar disinergikan fungsinya dengan Kades Lawas.

“Program Kades Lawas yang digagas oleh Inspektorat Propinsi Jawa Timur bertujuan untuk melakukan pembinaan secara teknis administrasi pengelolaan bantuan bagi perangkat desa di wilayah Kabupaten Lamongan. Oleh karena itu untuk mendukung inovasi tersebut, agar dibuka lagi Klinik Desa agar masyarakat bisa berkonsultasi,” ujar Fadeli saat Launching Kades Lawas di Pendopo Lokatantra, Senin (22/7).

Sementara Inspektur Propinsi Jawa Timur Helmi Perdana Putra menjelaskan tujuan Program Kades Lawas adalah untuk meminimalkan terjadinya kesalahan dalam pengelolaan bantuan keuangan di desa, khususnya maladministrasi.

“Kades Lawas ini nantinya juga akan berfungsi untuk menginventarisir permasalahan-permasalahan dalam dalam pengelolaan bantuan keuangan desa serta memberikan solusi konkret bagi perbaikan kebijakan daerah dalam pengelolaan bantuan keuangan,” ungkap Helmi Perdana Putra.

Masih menurut Helmi Perdana Putra, sejak Dana Desa dikucurkan tahun 2015 sampai dengan sekarang, terdapat 110 kasus kepala desa terjerat masalah hukum dengan kerugian Negara kurang lebih Rp 30 miliar.

“Oleh karena itu kami berinovasi untuk memberikan solusi untuk permasalah tersebut. Kades Lawas nantinya akan menyediakan tim untuk melakukan konsultasi pada 462 desa di 27 kecamatan. Secara teknis akan dibagi dalam enam titik kecamatan, yaitu Lamongan, Tikung, Pucuk, Ngimbang, Laren, dan Karangbinangun,” jelas Helmi.

Sedangkan Inspektur Lamongan Agus Suyanto melaporkan bahwa pada tahun 2018, Dana Desa yang dikucurkan Rp 321.349.755.000 dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 126.496.109.300. Kemjudian pada tahun 2019 Dana Desa menjadi sebesar Rp 367.123.481.000 dan ADD sebesar Rp 133.072.273.100.

Lebih lanjut dikatakan olehnya, berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat, dari 216 desa yang diperiksa, terdapat sebanyak 813 temuan dengan beberapa permasalahan. Seperti keterlambatan pengesahan APBDes, belum maksimalnya penggunaan aplikasi Siskeudes, serta peran camat sebagai pembina belum maksimal dalam melaksanakan pengawasan dana desa.(*)
Pidato Presiden Terpilih “Visi Indonesia” 14 Juli 2019

Assalamuallaikum wr. Wb Salam sejahtera bagi kita semua Om swastiastu Namo buddhaya Salam kebajikan

Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Hadirin yang berbahagia.

Kita harus menyadari, kita harus sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis! Fenomena global yang ciri-cirinya kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan kita.

Oleh sebab itu, kita harus mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!

Manajemen seperti inilah yang kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Oleh sebab itu, kita menyiapkan tahapan-tahapan besar.

PERTAMA, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat. Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

KEDUA, pembangunan SDM. Kita akan memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!

Kualitas pendidikannya juga akan terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training, pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.

Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.

KETIGA, kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan.

KEEMPAT, sangat penting bagi kita untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!

Kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri! Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF, Indonesia yang KOMPETITIF.

KELIMA, kita harus menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.

BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa terwujud jika kita bersatu! Jika kita optimis! Jika kita percaya diri! Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar! Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika! Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.

Kita harus optimis menatap masa depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.

Persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!

Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.

Kita memiliki norma-norma agama, etika, tata krama, dan budaya yang luhur.

Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa! Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.

Sekali lagi, ideologi kita adalah Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman. Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.

Saya yakin, semua kita berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.

Indonesia Maju adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Ini bukanlah tentang aku, atau kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju karena kita mampu jika kita bersatu!

Terima kasih, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bogor, 14 Juli 2019 CALON PRESIDEN TERPILIH, JOKO WIDODO (*) Disadur dari berbagai sumber
Jagung jaman now sekarang, Berwarna-warni. Ada 12 Warna Hingga Dikira Mainan, Budidaya jagung unik itu adalah Luki Lukmanulhakim (45) cianjur jawa barat. sukses membudidayakan jagung warna-warni tersebut. Namun warga sempat mengira jagung warna-warni hanya mainan.

Tamanan jagung itu berderet di sebuah lahan perkebunan di Kampung Lebak Saat, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Semua orang takjub dengan warna jagung yang ditanam di lahan seluas 3 hektar itu.

Jika biasanya jagung berwarna kuning, jagung yang ada di lahan tersebut memiliki warna yang beragam. Jarang sekali lihat jagung seperti ini. Yang saya tahu jagung itu warna kuning, ada juga yang putih dan hitam. Tapi di sini bisa berwarna warni seperti ini bahkan ada yang banyak warna di satu tongkol, Unik dan cukup menarik.

Sudah banyak orang yang datang untuk melihat jagung warna-warni tersebut setelah mendengar kabar adanya budidaya jagung pelangi di kebun hortikultura, dan ini juga sempat viral beberapa waktu lalu di medsos.

Tutur warga yang sudah mengaku sudah mencicipi jagung warna-warni karena penasaran dengan rasanya. Menurutnya, rasa jagung yang dikenal dengan istilah glass gem corn rainbow itu tidak jauh beda dengan jagung biasa.

“Meski tidak seenak jagung manis tentunya. Teksturnya sedikit lebih pulen. Kalau jagung manis kan kriuk gitu,” kata nya.

sudah banyak masyarakat sekitar jawa barat yang sengaja datang ke sini untuk melihat langsung, memang senang dengan warna warni nya, hal ini menjadi hal baru du dunia pertanian apalagi yang agak anti-mainstream seperti ini. mengira jagung yang dilihatnya seperti itu mainan karena warnanya yang sangat kontras mulai warna ungu, merah, hitam, putih, dan warna lainnya. Ternyata asli dan bisa dimakan. Saya baru tahu ada jagung selain warna kuning.

Bahkan ada yang berwarna seperti butiran mutiara dan ada yang bercorak seperti batik, Orang Asing Juga Tertarik untuk melihat langsung kata Pemilik lahan, Luki Lukmanulhakim (45) memang sedang panen jagung warna-warni dan mengajak beberapa pengunjung yang sedang bertamu untuk ikut panen.

“Beberapa waktu lalu juga kita sempat kedatangan bule (orang asing) ke sini. Saat tahu di kebun ini ada jagung seperti ini, dia terlihat sangat antusias. Bahkan setelah petik langsung saja dimakan dari tongkolnya,” terang Luki.

Budidaya jagung pelangi itu sendiri dilakukan sejak dua tahun yang lalu.

Awalnya ia hanya tanam beberapa benih untuk contoh. Namun eksperimennya cukup berhasil. Dari empat warna yang ditanam bisa menghasilkan jagung dengan 12 warna baru. Ia pun lantas menambah luas lahan untuk menanam jagung warna-warni.

“Ini panen yang keempat kalinya. Ada yang warnanya kuning corak hitam, ada yang di satu tongkol semua warna ada. Bahkan ada yang warna corak seperti batik,” katanya.

Meski belum begitu populer, jagung jenis baru ini dikatakan Luki sedang menjadi tren di negara-negara Eropa termasuk di Amerika Latin sebagai pengganti makanan pokok atau jagung biasanya. Jagung warna-warni memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat baik bagi kesehatan.

“Harganya sendiri cukup tinggi. Perbandingannya, per kilogram di tingkat petani mencapai Rp 9.000, sementara jagung biasa hanya dikisaran Rp 2.000 per kilogram. Apalagi kalau dijual dalam bentuk benih, per butir harganya Rp 500,” jelasnya.

Luki sendiri mengaku mendapatkan benih jagung tersebut dari internet atau membeli secara online. Saat itu ia mendapatkan empat kantong benih jagung berwana merah, ungu, hitam, dan putih.

Meski dari segi ukuran lebih kecil dan rasanya sedikit berbeda dengan jagung manis atau jagung hibrida lainnya, namun jagung jenis ini punya nilai ekonomis yang sangat tinggi.

Tak ada perlakukan khusus dalam pemeliharaannya. Bahkan menanam jagung pelangi ini terbilang lebih mudah dibandingkan jagung biasa karena punya masa tanam yang pendek.

“Kalau jagung biasa masa panennya sekitar 120 hari atau 3 – 4 bulan. Kalau ini dua bulan sudah bisa panen. Saya sendiri sudah empat kali panen,” kata Luki.

Dari hasil panennya itu, saat ini ia sudah punya stok benih siap jual untuk luasan 10 hektar dengan 12 varian warna yang dihasilkannya itu.

“Tapi dijualnya baru lewat online dan memanfaatkan jejaring. Sudah ada beberapa yang pesan, di sekitaran Jawa Barat. Termasuk pemesan dari Pontianak dan Halmahera. Bahkan dari Jakarta ada yang sudah minta disuplai secara rutin,” ungkapnya. (Red) (*Disadur dari berbagai sumber online)
Ada yang berbeda pada proses Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat di Lingkungan Pemkab Lamongan di Pendopo Lokatantra, Jumat (19/7). Semua pejabat yang diambil sumpah mengenakan busana adat khas Lamongan.

Ini adalah kali kedua, busana khas adat Lamongan dikenakan dalam kegiatan resmi Pemkab Lamongan. Setelah sebelumnya dikenakan dalam peringatan Hari Jadi Lamongan.

Kedepan, Bupati Fadeli meminta agar busana yang berakar pada budaya lokal Lamongan dikenakan seluruh ASN, sekali dalam setiap bulan.

“Suasana pada acara ini sangat berbeda dari biasanya. Serasa berada di Lamongan 450 tahun yang lalu,” ujarnya merujuk semua undangan yang telah mengenakan busana adat khas Lamongan.

Karena itu Fadeli kemudian meminta kepada Sekkab Yuhronur Efendi untuk terus menyosialisasikan busana adat khas Lamongan ini, baik kepada seluruh ASN maupun masyarakat.

“Seluruh Kepala OPD harus mempunyai busana adat khas Lamongan. Bahkan kedepannya untuk seluruh ASN harus punya semua. Saya minta nanti setiap satu kali dalam satu bulan ASN bekerja memakai busana adat khas Lamongan,” instruksi Fadeli.

Busana Khas Lamongan ini paling kentara pada kebaya panjang sampai lutut dengan penggunaan batik singomengkok sebagai jarit busana wanita. Serta pengaplikasian batik singomengkok pada udeng dan sembong pada busana pria.

Sementara itu kepada pejabat yang baru saja dilantik, dia meminta agar meningkatkan kinerja Pemkab Lamongan. Untuk menjadikan Lamongan lebih baik lagi

Ada 73 jabatan pengawas eselon IV, 33 jabatan administrator eselon III dan 6 jabatan pimpinan tinggi pratama eselon IIb dalam pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat tersebut.

Di antara jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon IIb) yakni Moch Faiz Junaidi yang sebelumnya Asisten ekonomi dan Pembangunan menjadi Kepala Bappeda, MS Heruwidi yang sebelumnya Asisten Tata Praja menjadi Kepala Dinas Perikanan.

Sedangkan Suyatmoko yang sebelumnya Kepala Dinas Perikanan menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman menggantikan Moch Wahyudi. Sementara Moch Wahyudi sekarang menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup menggantikan M Fahrudin Ali Fikri yang dilantik menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

M Fahrudin Ali Fikri menggantikan posisi pejabat sebelumnya, Moh Nalikan yang sekarang menjadi Asisten Tata Praja menggantikan MS Heruwidi. (*)
Page 1 of 9